POSMETRO MEDAN – Kepanikan melanda SMP Negeri (SMPN) 9 Tebing Tinggi, Jalan Pusaran Perjuangan, Kota Tebing Tinggi, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.
Saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung, api tiba-tiba muncul dan membakar ruang kelas IX-6 serta sebuah gudang yang berada di sampingnya.
Asap tebal dan kobaran api membuat suasana sekolah berubah mencekam. Guru dan siswa berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri, sementara sejumlah guru berusaha mengevakuasi para pelajar agar terhindar dari bahaya.
Guru Bimbingan Konseling (BK), Maya, mengungkapkan kepanikan bermula ketika seorang guru bernama Greta berlari keluar kelas sambil berteriak meminta pertolongan.
“Tiba-tiba Bu Greta dari ruang kelas lari keluar sambil berteriak, ‘Kebakaran, kebakaran.’ Saya langsung menolong beliau karena sudah lemas dan gemetar. Sementara api semakin membesar. Orang-orang langsung menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya.
Maya menjelaskan, api diduga pertama kali muncul dari ruang kelas IX-6 ketika proses belajar mengajar masih berlangsung. Guru dan siswa sempat mencium bau benda terbakar sebelum kobaran api terlihat membesar.
“Anak-anak langsung kami evakuasi keluar dan dipulangkan demi keselamatan,” katanya.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, M. Denni Saragih, yang turun ke lokasi setelah menerima laporan dari pihak sekolah.
Menurut Denni, kebakaran menghanguskan satu ruang kelas dan sebuah gudang. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa maupun siswa yang mengalami luka dalam insiden tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Sementara itu, nilai kerugian akibat insiden tersebut juga belum dapat dipastikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah, terutama saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung, guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Editor: Oki Budiman












