Bobol Kedai Coffee, Maling Gasak Uang Asing

oleh
oleh
Jhon Siahaan dan istrinya menerangkan kronologi pembobolan kedai coffee miliknya.

POSMETRO MEDAN – Maling bobol Kedai Literacy Coffee di Jalan Jati II, Kelurahan Teladan Timur, Medan Kota, hingga sukses menggasak uang asing.

Jhon Siahaan selaku owner atau pemilik Kedai Literacy Coffee mengatakan, pencurian itu terjadi saat ia dan istrinya pergi ke Rokan Hilir, Riau karena ayah mertua Jhon Siahaan meninggal dunia.

“Jadi saya dan istri berangkat ke acara pemakamannya di Riau. Mertua saya meninggal dunia, kami berangkat tanggal 3 April dari Medan sekitar pukul 20.00 WIB dengan posisi kedai sudah terkunci,” ujar Jhon Siahaan, Sabtu (11/4/2026).

BACA JUGA..  Pengecer Sabu Dibekuk Polisi di Lubuk Pakam

Kata Jhon, ia dan istrinya menginap di rumah keluarga di Riau selama lima hari. Ia mencurigai aksi pencurian tersebut terjadi saat mereka berada di luar kota. Kecurigaan juga semakin kuat ketika ia hendak memesan tiket pesawat untuk pulang ke Medan melalui aplikasi Traveloka.

“Jadi pada 8 April kami membuka aplikasi Traveloka, ternyata username-nya sudah berubah. Saya langsung curiga karena ada handphone yang login aplikasi Traveloka, dan posisi kami sedang di luar kota. Saat itu juga saya inisiatif menghubungi teman-teman di Medan untuk mengecek kedai kopi kami,” terang Jhon.

BACA JUGA..  Pura-pura Minta Tumpangan, 2 Pemuda Rampas Uang & HP Sopir Truk

Setelah dicek, kecurigaan tersebut terbukti. Kedai kopi miliknya dalam kondisi sudah dibobol maling. Pintu bagian belakang toko telah dirusak, dan peralatan di dalamnya dalam kondisi berantakan.

Mengetahui hal itu, Jhon dan istri memutuskan kembali ke Medan dalam kondisi syok.

“Setelah di Medan, kami cek, ternyata uang yang hilang sekitar $1.700 USD, 500 Ringgit Malaysia, dan beberapa uang asing lainnya. Bukan hanya itu, dua handphone kami juga hilang,” tambahnya.

BACA JUGA..  Oknum Dokter di Humbahas Dicokok Polisi Karena Kantongi Sabu Lalu Direhab  

Jhon Siahaan mengatakan, jika ditotal, kerugian yang mereka alami mencapai lebih dari Rp30 juta. Malam itu juga ia dan istri melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

“Uang kami saat itu diletakkan dalam satu tas di dalam lemari. Saat masuk kamar itu, banyak tas sudah berserakan di tempat tidur. Mungkin diperiksa satu per satu,” ujarnya mengakhiri. (mis)