Pembegal Ojek Ditembak

oleh
oleh
Salah satu pembegal ojek di Belawan ditembak polisi.

 

POSMETRO MEDAN – Setelah enam bulan diburu, pembegal ojek pangkalan di Belawan akhirnya diringkus dan ditembak Tim Gabungan Unit Jatanras Poldasu dan Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengatakan pelaku berinisial MR (21).

“Setelah menerima laporan, Polres Pelabuhan Belawan segera melakukan penyelidikan yang kemudian dibantu oleh Unit Jatanras Polda Sumut serta Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Dari hasil penyelidikan, kami mendapatkan informasi keberadaan MR (21) warga Kelurahan Belawan Bahari, sebagai salah satu pelaku,” kata AKP Agus Purnomo dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026)

Pelaku berhasil ditangkap dini hari tadi. Agus menjelaskan jika MR melakukan perlawanan saat ditangkap sehingga ditembak di kedua kakinya.

“Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan aktif yang membahayakan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur berupa penembakan kearah kaki untuk menghentikan aksi perlawanan tersebut,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya bersama enam orang rekannya. Ia juga mengakui bahwa dirinya yang melempar korban menggunakan balok dengan maksud untuk melakukan aksi begal.

BACA JUGA..  Sejumlah Preman Larang dan Ancam Warga Parkir Kendaraan di Toko Irian Tanjung Morawa, Ini Kata Polisi

“Tersangka mengakui bahwa pelemparan dilakukan untuk membegal korban. Namun karena korban langsung tidak sadarkan diri, para pelaku panik dan melarikan diri meninggalkan korban,” tambah Kasat Reskrim.

Selain terlibat dalam kasus tersebut, tersangka MR juga mengakui keterlibatannya dalam lima kasus kriminal lainnya, di antaranya perusakan kaca truk, pencurian dengan pemberatan (curat), pembakaran, serta perusakan. Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif, sementara Polres Pelabuhan Belawan bersama tim gabungan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Sebelumnya, satu unggahan yang menunjukkan pengendara sepeda motor yang diketahui merupakan seorang tukang ojek tewas usai diserang komplotan begal di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, viral di media sosial (medsos).

Berdasarkan video yang dilihat padaRabu (30/7/2025), awalnya ada sepeda motor yang melintas. Saat itu, kondisinya sudah malam.

Lalu, terlihat ada sejumlah orang tiba-tiba keluar dari kegelapan dan langsung melempar benda ke arah pengendara motor. Akibatnya, pengendara itu terjatuh dan terkapar di jalan. Korban diketahui bernama Iman Kurnia (45).

BACA JUGA..  Kantor PWI Deli Serdang Dibobol Maling, Kerugian Jutaan Rupiah

Istri korban, Sriana (42), mengatakan peristiwa itu terjadi pada 9 Juli 2025 sekira pukul 03.38 WIB di Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan. Dia menyebut suaminya merupakan tukang ojek pangkalan.

Dia menjelaskan awalnya keluarga korban menerima informasi dari warga bahwa korban diduga mengalami kecelakaan, bukan dibegal. Namun, setelah dicek CCTV, korban ternyata dibegal sejumlah orang. Dia mengaku suaminya kehilangan hp saat kejadian itu.

“Mulanya suami saya dibilang dia kecelakaan, setelah dilarikan ke RS, turunlah pihak Jasa Raharja, ternyata dari CCTV, dia (korban) bukan kecelakaan, tapi pembegalan. Informasi kecelakaannya dari warga setempat yang menolong suami saya” kata Sriana.

Dia mengaku saat kejadian tengah bekerja di Malaysia sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Sriana baru bekerja di Malaysia sekitar delapan bulan.

Sriana menyebut suaminya sempat dibawa ke RS Prima Husada Cipta Belawan. Namun, karena kondisi korban yang cukup parah, korban dilarikan ke RS Bina Kasih.

“Dirawat 3 hari 2 malam tanpa operasi. (Alami) pembekuan di kepala lalu patah tulang bahu,” ujarnya.

BACA JUGA..  Barang Bukti Inkracht dari 59 Perkara Dimusnahkan

Dia mengaku suaminya tidak sadarkan diri setelah kejadian hingga dinyatakan meninggal dunia Jumat (11/7/2205) siang. Usai mendapatkan kabar suaminya meninggal, Sriana pun langsung berangkat dari Malaysia.

Sriana menyebut dari rekaman CCTV, suaminya diduga dilempar menggunakan kayu. Dari CCTV itu terlihat ada sekitar 3 orang yang melakukan aksi tersebut.

Dia menyampaikan bahwa suaminya memang memiliki sewa langganan yang biasa diantarnya ke arah Belawan. Sriana menyebut suaminya sudah 24 tahun menjadi tukang ojek.

“Dia memang ada sewa langganannya ke arah Belawan itu, setiap pukul segitu dia antar sewanya ke tempat. Setiap pulang dari situ, kosong, balik ke tempat kembali ke mangkal (di Simpang Kantor). Saya lihat dari CCTV itu ada pelemparan broti, baru bapak terjatuh. Mereka (para pelaku) keluar dari sisi gang, ada tiga orang,” jelasnya.

“Sepeda motornya tak diambil, mungkin karena posisi dia (korban) jatuh mungkin warga yang dengar ada seperti kecelakaan, makanya datangi suami saya. Jadi, para pelaku mengurungkan niat mengambil sepeda motornya, masuk lagi ke dalam gang,” sambung Sriana.(bbs)