example bannerexample bannerexample banner

Wartawan Diintimidasi Saat Awasi Penyaluran Bantuan Presiden di Binjai, Diduga Dipicu Provokasi Oknum Kepling

oleh

POSMETRO MEDAN  — Upaya menjalankan fungsi kontrol sosial dalam proses penyaluran bantuan Presiden bagi masyarakat terdampak banjir di Kota Binjai berubah menjadi pengalaman mencekam bagi seorang wartawan, insiden intimidasi tersebut terjadi saat peliputan dilakukan di Lingkungan V, Kelurahan Nangka, Kota Binjai, Jumat (2/1/2025).

Wartawan yang tengah melaksanakan tugas jurnalistik itu mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah warga.

Beberapa orang dilaporkan melontarkan kalimat kasar, bahkan mendorong tubuh wartawan hingga situasi di lokasi sempat memanas dan menimbulkan ketegangan.

example banner

Wartawan tersebut yaitu , Muhammad Handyka Pramudya, Ia mengungkapkan bahwa intimidasi terjadi secara tiba-tiba saat dirinya melakukan kontrol dan pendalaman informasi terkait penyaluran bantuan Presiden yang dilakukan di kediaman seorang kepala lingkungan.

BACA JUGA..  Namanya Dikaitkan dengan RPA Ilegal, Delia Pratiwi Sitepu Bantah Terlibat dan Dukung Penertiban Pemko Binjai

“Saya datang sebagai wartawan untuk memastikan bantuan Presiden benar-benar diterima masyarakat sesuai haknya. Namun di lokasi saya justru mendapatkan intimidasi, dimaki dengan kata-kata kasar, bahkan ada yang mendorong tubuh saya, situasinya sangat tidak kondusif,” ujar Muhammad Handyka Pramudya, Sabtu (3/1/2025).

Hingga kini, penyebab pasti aksi intimidasi tersebut masih dalam penelusuran, namun berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden itu diduga merupakan luapan emosi warga yang terprovokasi oleh Kepala Lingkungan V Kelurahan Nangka, Muhammad Mansyur alias Aceng.

example bannerexample banner

Handyka menuturkan, sebelum insiden terjadi, dirinya telah meliput dugaan penyelewengan bantuan Presiden yang melibatkan Muhammad Mansyur, dugaan tersebut rupanya memicu reaksi keras.

BACA JUGA..  RPA di Binjai Utara Beroperasi Ilegal, Ini Kata Kepala Dinas Perizinan

“Ada dugaan kuat provokasi dilakukan oknum Kepala Lingkungan V, lantatan praktik pemotongan bantuan yang dilakukannya mulai terungkap. Masyarakat tidak tau benang merahnya justru saya yang menjadi sasaran, padahal apa yang saya lakukan murni kerja jurnalistik,” tegasnya.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan bantuan Presiden oleh Muhammad Mansyur sempat menjadi perhatian publik.

Dalam praktiknya, bantuan yang seharusnya diterima utuh oleh masyarakat terdampak banjir diduga dipangkas secara signifikan oleh Kepling Mansyur.

Berdasarkan data yang diperoleh, warga seharusnya menerima beras sebanyak 15 kilogram, namun hanya diberikan sekitar 5 kilogram, sementara gula yang seharusnya 4 kilogram, diduga hanya disalurkan 1 kilogram kepada penerima manfaat.

BACA JUGA..  Divpropam Polri Lakukan Pemeriksaan Senpi di Polres Binjai

Ironisnya dugaan penyelewengan tersebut memperoleh dukungan dari Lurah Nangka Mirza Mustaqim, seperti yang diakui oleh Kepling Mansyur.

Ketika dugaan penyelewengan tersebut mulai terungkap melalui pemberitaan, wartawan yang menjalankan fungsi kontrol justru mengalami intimidasi, peristiwa ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers.

“Intimidasi terhadap wartawan tidak boleh dianggap biasa, ini preseden buruk bagi demokrasi dan transparansi penyaluran bantuan negara,” tambah Handyka.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pihak mendesak aparat kepolisian dan pemerintah daerah agar segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh, sekaligus menjamin keamanan insan pers di lapangan.

EDITOR : Putra