Pengadaan Kereta Sorong Desa Pintu Khimbe Diduga Mark Up Harga,Warga Desak Polres Agara Periksa Kades

oleh

POSMETRO MEDAN – Proyek pengadaan kereta sorong Tahun 2025 oleh kepala desa Pintu Khimbe kecamatan Lawe Alas menuai sorotan Pasalnya,pengadaan barang yang di beli tersebut diduga terjadi Mark Up harga.

Warga Desa Pintu Khimbe yang enggan menyebutkan namanya kepada posmetromedan Senin (29/12) mengatakan pengadaan kereta sorong diduga ada terjadi Mark Up dan merek AP yang di bagikan untuk warga.

Sedangkan besar dana yang di gunakan untuk Pengadaan kereta sorong Rp.96.000.000 pada tahun 2025.

Warga curiga ada permainan dalam pengadaan kereta sorong berapa harga kereta sorong perunit harus jelas harga dan harus terbuka,”sebut warga.

Pengadaan kereta sorong Desa Pintu
Khimbe ini harus transparan tidak ada yang harus ditutupi dan harus terbuka
Warga minta kepada polres agara untuk segera periksa kepala Desa Pintu Khimbe terkait proyek pengadaan kereta sorong yang diduga ada terjadi Mark Up harga.

BACA JUGA..  Wali Murid Minta Kejari Lidik Dana BOS MIN 2 Aceh Tenggara

“Bila ada terjadi penyimpangan dalam penyidikan nanti proses secara hukum yang berlaku,”kata warga.

Dan masih banyak proyek yang di kerjakan oleh kepala Desa Pintu Khimbe yang patut dicurigai salah satu seperti proyek Rehabilitasi Drainase dengan anggaran Rp.117.015.000.

Yang sangat di sayangkan pembagian BLT pada Tahun 2022 ada terjadi pemotongan Rp.100/orang dengan dalih untuk pengembalian uang calon kepala Desa pintu Khimbe,”sebut warga.

BACA JUGA..  Raih WTP, PWA Agara Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara

posmetromedan mencoba konfirmasi kepada kepala Desa Pintu Khimbe Sehburawi Senin (29/12) mempertanyak apa betul pengadaan
Kereta Sorong merek AP dan ada terjadi pemotongan dana BLT/orang Rp.100.

Hingga berita ini tayang, kepala Desa Pintu Khimbe Sehburawi belum bisa memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(Zal)

EDITOR : Putra