Parsadaan Saroha P.Sidempuan & Kolaborasi Serahkan Bantuan Bencana Batang Toru

oleh
Pengiriman bantuan untuk korban bencana.

POSMETRO MEDAN -Sebagai bentuk kepedulian sesama, Komunitas Parsadaan  Saroha Kota Padangsidempuan menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Batang Toru.

 

Penyerahan bantuan dilakukan di satu Posko untuk tiga desa. Yakni di Batu Ula Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan ( Tapsel ), Rabu ( 17 /12 ).

Komunitas ini diketuai Ahmad Mora Batu Bata.  SMANSA 1 P.Sidimpuan, Erwin Nasution,S .H.M.M. Dalam kesempatan ini turut hadir Bendahara Nikma Sari Harahap, Nilam Sari Batu Bara, selaku  Pimpinan Pengajian Johor Permai Satu Medan.Ada juga. Majelis Taklim  (  MT  ) Khoirunnisah, Warga Komplek Depnaker RW 05  Bekasih Selatan. Jawa Barat. Hj.Alda Sari Nasution Selaku Bendahara Gamis ( Gerakan  Masyarakat Indonesia Sejahtera ) Kota Padangsidempuan di dampinggi  Srikandi  Seperti : Rabiatul Adawiyah Banurea , Fatimah Lubis ( Toke Santan ), dan Nelly Lubis.

Kolaborasi beberapa persatuan dan Komunitas yang tergabung, ikut serta mengambil start dari Losung Batu Menuju  Raniatev  Siais dan beberapa tempat yang menjadi sasaran pemberian bantuan tersebut.

 

Dalam Kunjungan ke beberapa titik, disalurkan bantuan Pemberian Bantuan ke Posko Mesjid Muhammadiyah, Batu Ula Kecamatan  Batang Toru. Disini diketahui menampung  para Pengungsi  dari tiga Desa terdampak bencana.

BACA JUGA..  Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Bantuan ini berupa beras , Minyak , Roti ,Air mineral , Ikan Asin , pakaian, jilbab, baju anak, serta lainnya.

Banjir bandang dan longsor sebelumny melanda Batang Toru, Tapsel pada 25 November lalu. Mengakibatkan akses jalan terputus.serta pemukiman warga porak-poranda.

Salah satu wilayah yang paling sulit dijangkau adalah Dusun Benteng, Desa Pulo Lubang, yang selama hampir dua pekan belum tersentuh tim medis.

 

Di Samping Itu, kondisi tersebut mendorong Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Jawa Tengah untuk melakukan penyisiran ke daerah-daerah terdampak yang belum terlayani.

Sejak awal masa tanggap darurat, tim ini telah menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan serta Puskesmas Batang Toru guna memastikan layanan kesehatan menjangkau penyintas di lokasi-lokasi sulit akses Tersebut .

Hal ini disampaikan Team.EMT, akhirnya membuahkan hasil. EMT Muhammadiyah Jawa Tengah berhasil menembus Dusun Benteng setelah melalui medan yang tidak mudah. Perjalanan menuju dusun tersebut memerlukan kehati-hatian tinggi karena kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor dan sisa material banjir bandang. Meski demikian, tim tetap bergerak agar warga segera memperoleh layanan kesehatan dasar.

BACA JUGA..  DPRD Setujui Rekomendasi LKPJ Bupati Langkat 2025

EMT  Muhammadiyah Jawa Tengah yang diterjunkan berjumlah lima orang. Tim tersebut terdiri atas Rendra Perwira Aditama sebagai dokter dari RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Dua perawat, Kirnawan Fadholi dan Dian Firmansyah, berasal dari RS PKU Muhammadiyah Temanggung dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Sementara itu, peran apoteker diemban oleh Nur Adi Wibowo dari RS PKU Muhammadiyah Gombong. Selama bertugas di lapangan, mereka bekerja bersama relawan Muhammadiyah setempat.

Koordinasi dengan masyarakat setempat menjadi kunci penting dalam menembus wilayah terisolasi. Para relawan Muhammadiyah lain juga turut membantu menunjukkan jalur yang masih memungkinkan dilalui sekaligus menjembatani komunikasi dengan warga.

Dengan dukungan tersebut, EMT Muhammadiyah dapat membuka layanan kesehatan darurat di Dusun Benteng. Setibanya di lokasi, kehadiran tim medis langsung disambut antusias masyarakat. Selama sekitar dua pekan pascabencana, warga mengaku belum mendapatkan pelayanan kesehatan. Sejumlah penyintas mengalami keluhan kesehatan ringan hingga sedang, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit kulit, hingga kelelahan akibat kondisi lingkungan yang belum pulih.

” Warga sudah lama menunggu layanan kesehatan karena akses keluar masuk dusun sangat terbatas,” ungkap Rendra, salah satu anggota tim EMT Muhammadiyah saat ditemui di lokasi. Ia menjelaskan bahwa pelayanan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, serta edukasi singkat terkait kebersihan dan pencegahan penyakit pascabencana.

BACA JUGA..  Paskah Oikumene Samosir 2026, Jerry Simangunsong Dikukuhkan Jadi Ketua Umum Raja Sonak Malela

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 66 jiwa terdampak yang mendapatkan layanan kesehatan dari EMT Muhammadiyah di Dusun Benteng. Tim memastikan setiap pasien memperoleh pemeriksaan sesuai kebutuhan dan obat yang diperlukan. Selain itu, tim juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.

Menurut keterangan TEAM , kehadiran EMT Muhammadiyah di wilayah terpencil ini merupakan bagian dari komitmen persyarikatan dalam pelayanan kemanusiaan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat terus dilakukan agar penanganan pascabencana berjalan optimal dan berkelanjutan.

Di samping itu Jelang Magrib bantuan Tersebut langsung diberikan Secara Simbolis dan Diterima Ketua Team Posko Mesjid Muhammadiyah, Batu Ula KcamTan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan.

Diiringi takbir bergema, serta liputan media POSMETRO MEDAN, bantuan berhasil tersalur di Lokasi Posko Penampung Tiga Desa  Aek Nadol ,Desa Garoga ,dan Huta Godang. Syam

 

 

EDITOR ::Putra