POSMETRO MEDAN – Usai permisi pergi merantau kepada orangtuanya, Muhammad Rasya Hasibuan alias SYA (18) memilih kabur ke Tanjung Balai pasca membunuh mahasiswa Universitas Medan Area, Bonio Raja Gajah.
Untuk melancarkan upaya melarikan diri tersebut, SYA pergi dengan mengendarai motor korban. Itu diungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.
Dijelaskan, pasca penemuan jasad Bonio Raja Gajah pada Jumat 14 November 2025, pihaknya melalui Satuan Reskrim Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Patumbak langsung melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengarah kepada satu orang pelaku bernama Muhammad Rasya Hasibuan alias SYA (18), yang merupakan teman dekat korban.
Pada tahap awal penyelidikan, lanjut Calvijn, pihaknya mengetahui bahwa pelaku melarikan diri ke Kota Tanjungbalai menggunakan sepeda motor Honda Vario putih milik korban.
“Begitu kejadian, pelaku melarikan diri ke Tanjungbalai karena ada keluarganya di sana. Untuk uang bensinnya, dia menggunakan uang dari dompet korban,” ujar Calvijn, Rabu (19/11/2025) siang.
Setibanya di Tanjungbalai, pelaku membuang linggis, gunting, dan sejumlah barang bukti lainnya. Menyadari keberadaan polisi, pelaku kembali ke Kota Medan dan menuju rumah korban.
Tidak ingin kehilangan jejak, tim lain yang sudah berjaga di Medan langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku pada Sabtu malam, 15 November 2025.
“Tim kedua sudah berjaga di Medan dan berhasil menangkap tersangka ketika hendak kembali ke rumah korban,” terang Calvijn.
Calvijn mengungkapkan bahwa motif utama pembunuhan tersebut adalah masalah ekonomi. Pelaku yang sedang terdesak kewajiban membayar cicilan motor kemudian merencanakan pembunuhan terhadap korban demi mendapatkan uang dan sepeda motor tersebut.
“Motifnya, tersangka memiliki tanggung jawab cicilan motor, sehingga ia memilih melakukan pembunuhan dan pencurian,” tutup Calvijn.(bbs)












