POSMETRO MEDAN – Cewek asal Bahorok, Kabupaten Langkat, berinisial YP (18) nyaris dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Malaysia.
Setelah melalui proses panjang, dia akhirnya berhasil dipulangkan atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) beserta intansi terkait lainnya di Malaysia.
Ia dipulangkan via Kuala Lumpur, Malaysia, dan tiba di Bandara Kualanamu dengan menumpang pesawat Air Asia, Rabu (24/9/2025) sore.
Setiba di Bandara Kualanamu, YP dilakukan pemeriksaan dokumen petugas Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumut, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Petugas Fungsional BP3MI Sumut, Fauzi Lubis, bersama Rita Anggriyani yang dikonfirmasi membenarkan kedatangan seorang perempuan asal Langkat korban TPPO ke Malaysia tersebut.
“Tugas kami memfasilitasi kedatangan WNI tersebut, selanjutnya didata dokumen kemudian dilakukan pemeriksaan lalu diserahkan kepada pihak keluarga,” terang Fauzi.
Lanjut Fauzi, dari keterangan korban, ia berangkat ke Malaysia pada Januari 2025 lalu via jalur laut dari Dumai, Provinsi Riau.
Korban berangkat ke Malaysia atas ajakan temannya warga Bukit Lawang, Langkat, yang sudah duluan kerja di Malaysia.
Ia diiming-imingi bekerja sebagai penjaga bayi dan lansia di Malaysia. Namun setelah sampai, ternyata ia hendak dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). Untungnya ia berhasil dirazia polisi Malaysia di salah satu tempat penampungan. Rencananya, mereka yang berada di penampungan akan dikirim ke lokalisasi PSK.
Oleh salah satu organisasi NGO di Malaysia melaporkan peristiwa ini ke pihak KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah sekitar 8 bulan di tempat penampungan (salter) di Malaysia untuk menunggu proses pemulangan, akhirnya bisa dipulangkan dengan selamat ke Indonesia.
Fauzi mengimbau kepada WNI yang hendak bekerja ke luar negeri hendaknya melalui jalur resmi bisa melihat informasi ke BP3MI Sumut.
“Sebab, kalau tidak lewat jalur resmi bisa menjadi korban TPPO seperti yang dialami remaja perempuan asal Langkat ini,” pungkasnya.(bbs)












