Malau Bersaudara Tenggelam di Danau Toba

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Dua orang nelayan dilaporkan tenggelam di Perairan Danau Toba, kawasan Bokung, Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Selasa (10/6/2025).

Kedua nelayan diketahui merupakan kakak beradik bermarga Malau, warga setempat yang sehari-hari menggantungkan hidup dari menangkap ikan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika keduanya sedang mencari ikan menggunakan sebuah sampan kayu tradisional.

Menurut keterangan warga yang ikut dalam pencarian, musibah tersebut dipicu angin kencang yang tiba-tiba menerpa wilayah Perairan Bokung.

BACA JUGA..  Eks Wakapolda Metro Jaya Tewas Kecelakaan di Medan

“Awalnya cuaca cukup tenang. Namun mendadak angin kencang datang dan menyebabkan sampan mereka oleng hingga terbalik,” ujar seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Satu dari dua korban berhasil menyelamatkan diri ke tepian, dan segera mendapat pertolongan dari warga sekitar. Sementara satu korban lainnya hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

BACA JUGA..  Empat Rumah Terbakar, 16 Warga Mengungsi

Salah satu saksi mata yang juga ikut dalam proses pencarian mengatakan, upaya pencarian dilakukan secara manual dengan perahu nelayan dan alat seadanya.

“Satu orang bisa diselamatkan dan sudah dibawa ke Puskesmas Simarmata. Yang satu lagi belum tahu di mana,” katanya.

Hingga Selasa (10/6/2025) sore, pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan warga, polisi, dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir.

BACA JUGA..  Pencarian Mahasiswa Unika di Air Terjun Situmurun Dihentikan, Keluarga Tabur Bunga

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, hadir langsung di lokasi kejadian untuk mengkoordinasikan proses pencarian. Menurutnya, upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan, termasuk dengan mengoordinasikan bantuan dari instansi terkait.

“Kondisi danau cukup berbahaya saat angin kencang datang. Ini jadi pelajaran penting bagi para nelayan untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem,” tutur Edward.(mis)