POSMETRO MEDAN – Keberadaan tujuh bandit tangkapan Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut I Belawan (Pom Kodaeral I Belawan), misterius.
Pasalnya, menurut Kadispen Kodaeral I Belawan, Kolonel Laut (S/P) Wahyu Kurniawan, pihaknya telah menyerahkan 11 bandit kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Pelabuhan Belawan.
Namun, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi menegaskan pihaknya hanya menerima dua bandit dari pihak Kodaeral I Belawan.
Sebelumnya, Kolonel Laut (S/P) Wahyu Kurniawan mengatakan, awalnya pihaknya mengamankan 21 orang baru-baru ini. Ke-21 orang tersebut merupakan terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), tawuran dan pelaku kejahatan lainnya.
Oleh pihaknya, 11 di antaranya telah diserahkan ke Polres Pelabuhan Belawan. Sementara 8 orang lainnya dipulangkan ke pihak keluarga dan 2 orang lainnya masih dalam tahap proses pemeriksaan.
Ketika wartawan mengkonfirmasi kepada pihak kepolisian, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, menyebut hingga saat ini pihaknya baru menerima dua orang terduga pelaku pencurian dari Pom Kodaeral I Belawan.
“Yang diserahkan ke kita dua orang. Untuk kasusnya masih pendalaman. Kita juga mendapat bantuan dari rekan-rekan TNI AL yang sudah melakukan penangkapan, dan terus membantu kita untuk melakukan pengungkapan terhadap peristiwa itu,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Soal pernyataan Kodaeral I Belawan yang menyebut ada 11 orang terduga pelaku kejahatan diserahkan ke Polres Pelabuhan Belawan, Rosef menyangkalnya. “Sejauh ini masih dua orang,” ucapnya.
Diketahui, belakangan ini Pom Kodaeral I Belawan melakukan penyisiran atau pengejaran terhadap sejumlah pelaku kejahatan dan pelaku tawuran di wilayah Kecamatan Medan Labuhan, Belawan dan sekitarnya sejak Jumat 17 April hingga Minggu 19 April 2026.
Hasilnya, 21 orang turut diamankan yang didominasi anak-anak remaja. Kegiatan ini merupakan respons terkait adanya keluhan dan keresahan masyarakat.
Kegitan dilaksanakan atas permintaan Pemerintah Kota Medan dengan melibatkan aparat TNI, Polri, unsur Kecamatan Medan Belawan, dan personel Pom Kodaeral I.(mis)











