POSMETRO MEDAN – Kasus kematian siswa SMPN4 Lubukpakam Muhammad Ilham (13) hingga kini masih terus dilakukan penyelidikan di Polresta Deliserdang, namun penyelidikan tersebut masih di bagian Unit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang dan belum dilimpahkan ke Sat Reskrim Polresta Deliserdang.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang AKP. Nasrul saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan pihaknya dalam hal membenarkan masih memeriksa saksi saksi namun ada beberapa saksi yang belum datang memberikan keterangan.
” Ya masih berproses, kamipun sudah cek Tempat Kejadian Perkara ( TKP) dan sudah rapat gabungan juga sama Reskrim, beberapa saksi belum datang, kalau memang ini bukan lakalantas selanjutnya akan kita limpahkan ke Reskrim” kata AKP. Nasrul.
Saat di tanyak wartawan apa kesimpulan hasil dari Kasus ini , Nasrul belum memberikan jawaban detail dan hanya membilangkan masih memeriksa saksi saksi.
” Masih ada saksi saksi yang belum datang , namanya saksinya masih anak anak juga (masih remaja) kawan kawan korban , asal di janjikan datang masih sekolah , kita tunggu selesai pemeriksaan di sini, saya belum bisa menyimpulkan” kata Nasrul.
Sebelumnya, banyak pihak yang menduga kuat kematian Muhammad Ilham di jalan Pelak Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam pada Minggu (13/4) lalu bukan akibat kecelakaan lalulintas melainkan di bunuh oleh terduga pelaku yakni kawanan geng motor.
Sebelumnya juga Misteri kematian siswa kelas 1 SMP Negeri 4 Lubukpakam warga jalan bakti 2 gang tali air Dusun Ampera Utara Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Muhammad Ilham (13) semakin terkuak dan mendapat titik terang bahwa kasus kematian anak bungsu dari pasutri Rudi dan Suyati ini mati dibunuh dan bukan Kecelakaan lalulintas.
Abang Kandung korban, Dicky Andrian menjelaskan saat mengetahui adiknya tewas di jalan Pelak Desa Sekip Lubukpakam tersebut penuh keganjilan atas kematian adiknya yang tidak wajar.
Dari hasil yang dilihatnya langsung di TKP , Dicky melihat adiknya sudah dalam keadaan tewas dengan posisi jongkok sujud dengan kondisi tubuhnya dan bajunya basah tanpa ada melihat darah di bekas darah dipakaian yang dikenakan adiknya tersebut.
” Tak ada darah sama sekali bang , tubuh adik saya basah kuyub gitu , luka yang bekas bacokan itu pun sudah tak ada darahnya lagi, saya periksa di TKP tidak ada darah yang menempel baik di rumput , dinding dan parit ” kata Dicky saat dikonfirmasi di rumahnya.
Ia dan keluarga menduga adiknya tersebut dihabisi secara dikeroyok dengan menggunakan senjata tajam dan mayatnya di letakkan di TKP dekat sepeda motor nya seolah olah peristiwa ini menjadi peristiwa lakalantas.
” Kami menduga adik saya ini dihabisi di hajar dan dibunuh di sekitar TKP ada lahan kosong, dan setelah tewas adik saya ini diangkat di letakkan mayatnya di dekat parit dan tembok pinggir jalan gang pelak ini ” sebut Dicky .
Ia juga menduga setelah di habisi nyawa adiknya , para pelaku membersihkan darah darah dari luka luka bacok tersebut.
” Kondisi tubuh adik saya basah, kalau luka baru satu malam pasti darah yang ada di kepala nya pasti mengucur segar, ini sama sekali tidak bekas darahnya, saya juga menemukan diduga barang bukti kejahatan dari para pelaku geng motor disekitar TKP mayat adik saya” kata Dicky.
Di katakannya ia menemukan ada celana dalam yang masih baru sekitar 9 celana dalam laki laki di dalam plastik kresek yang kondisi celana dalam tersebut basah.
” Ada 9 Celana dalam , kondisinya basah saya hitung ada tujuh , saya menduga ini barang bukti untuk mengelap atau membersihkan darah darah dari luka adik saya , ada dua batu krikil ukuran selapak tangan dua biji seperti ada dugaan darah yang kering, kemudian ada kulit kacang baru seperti ada orang yang baru kumpul kumpul makan kacang , ada juga plastik dan bongs seperti alat penghisap sabu” terang Dicky.
Selain itu mengapa pihak keluarga menduga adiknya di bunuh kawanan geng motor, dari CCTV di jalan pantai labu -Lubukpakam simpang gang pelak Desa Sekip terlihat puluhan orang dengan mengendarai sepeda motor ngumpul di pinggir jalan Pelak yang jaraknya sekitar 700 meter dari penemuan mayat Muhammad Ilham.
” Mereka ngumpul di malam adik saya tewas itu pada tanggal (13/4) dini hari dari pukul 00.00 hingga pukul 05.30 Wib dan dari CCTV, ngumpul nya di jalan gang pelak juga yang jaraknya dekat dengan TKP mayat adik saya dan sekitar pukul 06.00 WIB Adik saya ditemukan warga sekitar sudah tidak bernyawa ” pungkas Dicky.( Wan)
EDITOR : Rahmad












