POSMETRO MEDAN – Bentrokan dua kelompok massa Organisasi Kelompok Pemuda ( OKP) PP dan IPK di Desa Tandukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang pada, Rabu siang kemarin. Polisi Resort Kota (Polresta) Deli Serdang melakukan mediasi terhadap dua kelompok.
Dengan pendekatan upaya persuasif, Polisi meminta kedua kelompok untuk berdamai guna mencegah konflik yang lebih luas dan mengganggu Kamtibmas yang ada di Kabupaten Deli Serdang.
Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Deli Serdang mediasi konflik antara dua kelompok masyarakat terkait lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan STM Hilir.
” Kami sudah mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Polisi berkomitmen untuk mengawal proses penyelesaian ini secara adil dan transparan, demi terciptanya ketertiban dan keadilan di tengah masyarakat. Apabila ada pelanggaran dari kesepakatan tentunya kita tak sungkan mengambil langkah tegas,” ujar Kapolresta. Kamis, 10/4/2025.
Hendria juga menekankan bahwa permasalahan ini harus diselesaikan dengan menjunjung tinggi semangat perdamaian sehingga terwujudnya Sitkamtibmas yang aman dan damai.
Kapolresta juga mengatakan bahwa mediasi ini merupakan langkah strategis Polresta Deli Serdang dan Pemerintahan untuk mencegah potensi konflik sosial yang lebih luas.
Mediasi ini diharapkan dapat menjadi titik awal menuju solusi yang dapat diterima oleh semua pihak dan menjaga keutuhan sosial masyarakat di Kecamatan STM Hilir.
Mediasi berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Kabupaten Deli Serdang ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala Kesbangpol Deli Serdang Drs. Zainal Abidin, Kasat Intelkam Polresta Deli Serdang Kompol Syahrial Efendi Siregar, Kapolsek STM Hilir Iptu Ronald P. Manullang, serta Kepala Desa Tandukan Raga, M. Dermawan. Turut hadir pula perwakilan dari kelompok bertikai yaitu Hasan Syukri dari PP dan dari IPK Tandukan Raga Robert Pakpahan serta tokoh masyarakat setempat.
Sebelumnya, bentrokan antar dua kelompok massa yaitu PP dan IPK Desa Tandukan Raga mengakibatkan empat kendaraan hangus terbakar. Namun tidak diketahui berapa korban luka karena masing masing kelompok langsung membubarkan diri setelah petugas TNI dan Polri datang ke lokasi bentrokan.
Informasi dikumpulkan dari masyarakat, kalau bentrokan dua kelompok dipicu rebutan tanah garapan Exs PTPN2 yang sebagian diklaim dijaga masing masing kelompok. Dilahan sengketa itu juga ada aktivitas galian C yang menghasilkan uang hingga menjadi rebutan berujung bentrokan.
Bentrokan dua kelompok ini sempat membuat warga sekitar ketakutan takut terimbas. Beruntung kejadian itu tak berlangsung lama, kedua kelompok pemuda rata rata bersenjata tajam itu bubar setelah Aparat keamanan datang mencegah eskalasi bentrokan berlanjut.
Massa Kelompok IPK diperkirakan sekitar 40 orang dan massa ormas PP diperkirakan 150 orang karena ada bantuan datang dari kelompok Hasan Tanjung Morawa.( Wan)
EDITOR : Rahmad












