KPU Sumut Temukan 8000 Data Ganda Coklit di Deliserdang

oleh
Ketua KPU Sumut, Agus Arifin (kanan) bersama dua anggota KPU Sumut, Kotaris Banurea dan Frendianus Joni Rahmat Zebua (kiri) di Hotel Grand City Hall, Medan, Kamis sore, 16 Agustus 2024. (Istimewa)

POSMETRO MEDAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menemukan data ganda terbesar di Kabupaten Deliserdang, saat pencocokan dan penelitian (Coklit) selama 24 Juni – 24 Juli 2024 pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.

“Hampir semua daerah itu ada. Cuma terakhir Deliserdang sampai 8000 data ganda dari Coklit kita kemarin, sedangkan Kota Medan sekitar 2000 data ganda saja,” kata Anggota KPU Sumut Divisi Data dan Informasi, Frendianus Joni Rahmat Zebua didampingi Ketua KPU Sumut, Agus Arifin dan Anggota KPU Sumut, Kotaris Banurea di Hotel Grand City Aston Medan, Kamis (15/8/2024) sore.

Menurut Frendianus sebelum pleno penetapan DPS (Daftar Pemilih Sementara), Jumat (16/8/2024) siang, seluruh data ganda baik Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan segera dituntaskan.

Diketahui, proses pencoklitan yang telah dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) atau Pantarlih yang dibentuk KPU kabupaten / kota berdasarkan data yang diperoleh dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) Kemendagri diserahkan kepada KPU RI selanjutnya ke tingkat provinsi termasuk KPU Provinsi Sumut memperoleh data pemilih sebanyak 10.915.000 orang.

BACA JUGA..  Sri Rezeki Bakal Gantikan Posisi Rajuddin, Zulham : Rotasi Jabatan Hal Biasa, PKS Tetap Solid

“Nah, dari hasil coklit kita, ditemukan data ganda. Itulah kerja kita yang harus segera di beresin, agar setidaknya 0 % lah data ganda saat pleno DPS nanti,” ujarnya.

Dikatakan Frendianus, temuan data ganda ini lebih banyak disebabkan kasus pindah lokasi atau pindah kerja, misal asal daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pindah ke Kota Medan, pada saat di Kota Medan dia mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) lagi, akibatnya dia mengantongi 2 KTP.

BACA JUGA..  Polres Karo Tuntaskan Puluhan Kasus dalam 100 Hari

“Hal seperti ini mengakibatkan salah satu munculnya data ganda,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahala
Editor: Ali Amrizal