Puluhan Pengendara Tergelincir di Jalan Sudirman, Bobby Nasution: Itu Bukan Keramik

oleh
Penggendara sepeda motor tergelincir saat melintas di Jalan Sudirman. Melalui akun tiktok @bang.engran.silalahi, Selasa (21/11/2023) menyebutkan, ada 20 lebih pengendara sepeda motor tergelincir ketika melintas disana. (Screeshort akun tiktok@bang.engran.silalahi)

Posmetromedan.com – Puluhan pengendara sepeda motor menjadi korban akibat tergelincir ketika melintas di Jalan Sudirman Kota Medan. Selain dinilai licin, jalan tersebut dinilai tidak aman untuk dilewati.

Terlihat melalui akun tiktok @bang.engran.silalahi, Selasa (21/11/2023) menyebutkan, ada 20 lebih pengendara sepeda motor tergelincir ketika melintas jalan, usai seminggu lebih selesai dikerjakan yang diduga berbahan keramik.

“Ada lebih 20 orang terjatuh disini, karena licin,” ujar akun @bang.engran.silalahi sembari menunjuk kondisi jalan yang diduga berbahan keramik, sehingga jalan menjadi licin.

Menurut akun tersebut, pembangunan jalan umum tersebut janggal karena dinilai tidak memperhatikan aspek keselamatan.

“Keramik asli, dan benar licin di saat hujan. Ini sebuah kejanggalan sebenarnya, membangun jalan umum, dibuat fasilitasnya tidak safety (aman),” tulis akun itu.

Akun itu juga meminta Wali Kota Medan, Bobby Nasution agar membongkar jalan itu secepatnya, karena dinilai membahayakan pengendara. “Kalau bisa dalam seminggu ini diganti aja, dibongkar lagi,” sebutnya.

BACA JUGA..  Dua WBP Lapas Pulau Simardan Edarkan Sabu, Diserahkan ke Polres Tanjungbalai

Sementara Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan bahwa pembangunan jalan itu belum selesai. Diakui orang nomor satu Pemko Medan ini, kondisi persimpangan yang akan difungsikan sebagai area perlambatan itu licin.

“Dari tadi malam saya sudah mengecek langsung karena lokasinya dekat dengan rumah dinas. Kita langsung menghubungi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan. Ternyata memang (persimpangan) itu belum selesai dikerjakan,” kata Bobby Nasution saat doorstop dengan wartawan usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Medan.

Seharusnya, jelas Bobby nasution, persimpangan yang masih dalam proses finishing itu belum dibuka untuk umum. Dikatakannya, ada miskomunikasi antara Polrestabes Medan, Dinas Perhubungan Kota Medan dan Dinas SDABMBK.

“Jalur itu seharusnya belum dibuka. Uji coba yang diminta kemarin bukan untuk dilalui masyarakat, tapi internal. Namun setelah dilakukan uji coba internal, tidak dilakukan penutupan kembali. Jadi ini saya sudah konfirmasi tadi siang ini, memang belum selesai dan masih tahapan pengerjaannya,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Kelurahan PBBB Sukses Optimalkan Pemanfaatan Lahan Tidur

Oleh karenanya, kata Bobby Nasution, jika ada yang ingin menyampaikan kejadian, silahkan dan terima kasih. Tapi, tegasnya, jangan hoax atau pun fitnah yang mengatakan rekonstruksi intersection itu menggunakan keramik.

Sebenarnya, jelas Bobby Nasution, pemasangan yang dilakukan itu menggunakan teknologi lama.  Dimana, imbuhnya, beton biasa yang dilalui masyarakat dicetak serta dicat beton yang biasa sehingga bentuk keramik dan dibuat seperti lantai.

“Itu sekali lagi bukan keramik. Pemasangannya juga saya rasa sudah disampaikan di media sosial, baik Pemko Medan maupun dinas terkait bahwasannya itu bukan keramik. Jadi kalau dikatakan keramik, itu hoax. Menyampaikan informasi boleh, tapi jangan menyebar hoax lah,” harapnya.

Didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan unsur pimpinan DPRD Medan, menantu Presiden Joko Widodo ini selanjutnya menjelaskan, fungsi rekonstruksi intersection yang dilakukan salah satunya sebagai area perlambatan karena di situ ada persimpangan dan traffic light guna memastikan para pengendara kendaraan bermotor mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang ada.

BACA JUGA..  BRIDA Medan Monitoring & Asistensi Penerapan SPBE Puja Indah

“Kita buat ada perlambatan di persimpangan itu selain traffic light. Ini konsep awalnya, tapi kemudian kita sampaikan jangan sembarangan membuat perlambatan, nilai-nilai estetikanya juga harus dipikirkan. Sama kayak buat polisi tidur, tidak boleh asal-asalan. Jika ingin membuat perlambatan, estetikanya harus dipikirkan,” terangnya.

Di penghujung doorstop, Bobby Nasution kembali mengungkapkan, pagi tadi dirinya sudah meminta agar persimpangan itu ditutup karena masih dalam proses pengerjaan. “Saya belum cek karena tadi rapat paripurna. Tadi saya sudah telepon, hari ini sudah ditutup katanya. Dibuka kemarin hanya untuk uji coba internal, bukan untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ali amrizal
Editor: Maranatha Tobing