SMKN 1 Kutacane Diduga Selewengkan Dana BOS Tahun 2022, Dana Komite dan Dana OSIS

oleh
Gerbang utama SMKN 1 Kutacane. Karena tidak transparan mengelola anggaran, sekolah ini diduga selewengkan dana BOS tahun 2022, dana Komite dan dana OSIS. (Safrizal/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kutacane diduga menyelewengkan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) dan uang OSIS yang dikutip setiap bulannya dari siswa. Dugaan ini muncul karena pihak sekolah tidak transparan dalam pengelolaan dua jenis anggaran tersebut.

Dugaan penyelewengan yang dilakukan pihak sekolah yang beralamat di Desa Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, itu dikemukakan oleh M Saleh Selian selaku Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).

“Selain dana BOS yang dikelola oleh SMKN 1 Kutacane mereka juga mengelola uang komite dan uang OSIS yang dibayar oleh siswa setiap bulannya. Dan anehnya, pengelolaan dana BOS di SMKN 1 Kutacane tidak transparan dan diduga ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana tersebut,” katanya.

BACA JUGA..  Proyek TPT Desa Bahagia diduga Asal Jadi Dibiarkan Camat Lawe Bulan

LIRA Kabupaten Aceh Tenggara menilai, pengelolaan dana BOS TA 2022 seperti di SMK Negeri 1 Kutacane diduga tidak transparan dan ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS.

Apalagi, tambahannya, SMKN 1 Kutacane juga mengelola uang komite dan uang OSIS yang dibayar oleh siswa setiap bulan digunakan untuk apa saja uang tersebut, dan wali murid perlu tahu karena kurang transparan dan berujung pada keluhan bagi orang tua murid.

BACA JUGA..  Korupsi Dana BLU Rp 8 M, Eks Dirut Adam Malik Tersangka

“Kita sinyalir masih ada kepala sekolah yang kurang terbuka dan transparan tentang penggunaan dana BOS di sekolah yang ia pimpin, seperti SMKN 1 Kutacane,” ucapnya.

Dan memirisnya lagi, kata Saleh , adanya para guru dan masyarakat dan wali murid yang tidak mengetahui kemana saja dana BOS dan uang komite itu digunakan untuk apa.

“Apapun bentuk kegiatan harus melalui musyawarah dengan mempedomani petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dana BOS. Perlu ada papan informasi yang terpampang tentang uraian penggunaan dana di sekolah dan dapat dilihat oleh masyarakat terutama warga sekolah bersama wali murid,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Intimidasi Wartawan, SEMMI & HMI Minta Kasi II BPN Langkat Dievaluasi

Atas dugaan itu, LIRA meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara melalui Kasi Pidsus untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap dana BOS yang dikelola oleh Kepala SMKN 1 Kutacane tersebut.

“Bila ada terjadi penyimpangan dalam penyidikan nanti proses secara hukum yang berlaku,” sebut Bupati LIRA kepada Posmetromedan.com, Rabu (26/7/2023).

Terpisah, Posmetromedan.com mencoba meminta tanggapan  Kepala Sekolah SMKN 1 Kutacane, Jamidin atas dugaan penyelewengan dana BOS, dana Komite dan dana OSIS. Tapi, hingga berita ini dipublikasikan, Jamidin tidak memberikan jawaban apapun. (*)

Reporter: Safrizal
Editor: Maranatha Tobing