POSMETRO MEDAN – Penyaluran bantuan sosial ( bansos) dari pemerintah pusat dikeluhkan sejumlah Keluarga penerima Manfaat ( KPM ) di Desa Hutagaol peataluun.
Pasalnya, desil ekonomi keluarga mereka tercatat naik, sehingga tidak lagi menerima bantuan.
Keluhan tersebut disampaikan warga karena penilaian Desil dalam data Tunggal sosial dan ekonomi Nasional ( DTSEN) dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Salah seorang warga, Perdiansah Simanjuntak, kamis- 24 / 09 / 2026,
menyampaikan keluhannya kepada awak media, ia mengaku kaget setelah mengetahui status Desil keluarganya tercatat di desil 5 , sehingga dinyatakan tidak layak menerima bansos.
” Desil saya tercatat desil 5 di data penerima bansos, padahal kondisi ekonomi kami tidak seperti itu,” ujar Perdiansah.
Nada serupa juga disampaikan warga lainnya berinisial H . Hutagaol.
ia juga mengeluhkan Desil keluarganya yang tercatat desil 5 .
Menurut saya dalam pendataan itu tidak benar , tidak sesuai Fakta di lapangan, ” pungkasnya.
Menanggapi keluhan warganya, mewakili Pemerintah Desa Hutagaol peatalun, Pirma Hutagaol saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa pihaknya memahami keluhan tersebut.
” Terkait Desil warga yang meningkat sehingga tidak menerima bansos, itu merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Desa hanya menerima data yang sudah ditetapkan dari pusat melalui DTSEN,” jelas Pirma.
ia menambahkan, bagi warga yang merasa desilnya tidak sesuai, dapat mengajukan sanggahan atau pembaruan data melalui operator desa utuk diusulkan kembali dalam verifikasi dan validasi data selanjutnya.
Warga berharap pemerintah pusat dapat melakukan pendataan ulang secara langsung ke lapangan agar bantuan sosial benar- benar tepat sasaran bagi keluarga yang membutuhkan,dm
EDITOR: Putra












