POSMETROMEDAN.com – Dalam rangka membekali dan menyadarkan santri (peserta didik), tentang pentingnya menjaga kesehatan, kesejahteraan dan martabat, dengan cara penanaman perlindungan diri, dalam mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang baik, Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM), menggelar Seminar Pendidikan Seksualitas bagi remaja, Senin (19/6/2023) lalu.
Kegiatan itu, digelar di Aula Darul Mursyid atas kerjasama Darul Mursyid dengan dosen bimbingan konseling, dari Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Adapun narasumber pada kegiatan yang cukup positif itu, Nor Mita Liani Ika Saputri, M.Psi, yang mrupakan Kepala Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS).
Kepala Madrasah Aliyah Darul Mursyid, Irmawan Mukmin menyebut, seminar pendidikan seks bagi remaja itu, dilaksanakan secara terpisah, antara santriwan dan santriwati.
“Tujuan seminar pendidikan ini adalah, untuk membekali dan menyadarkan santri tentang pentingnya menjaga kesehatan, kesejahteraan dan martabat mereka dengan cara penanaman perlindungan diri dalam mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang baik,” ungkapnya.
Disampaikan, lewat kegiatan itu juga diharapkan, agar peserta didik memahami tentang dirinya dan mampu bersikap dengan baik, serta menjaga diri dalam hidup bersosial dengan masyarakatlainnya.
Direktur Pesantren Darul Mursyid Yusri Lubis menyebut, program ini adalah dalam rangka mendukung untuk kesuksesan dalam proses belajar mengajar. Mempersiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing, khususnya di Darul Mursyid.
Disebut, pada awalnya seksualitas merupakan masalah tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Namun seiring dengan perkembangan jaman, tampaknya pandangan yang beranggapan bahwa remaja tabu membicarakan masalah seksualitas dan tugas remaja adalah menyelesaikan pendidikan di sekolah mengalami pergeseran.
“Saat ini banyak remaja yang sudah mulai mendiskusikan masalah seksualitas secara terbuka. Tidak hanya sebatas berdiskusi, pergeseran tersebut mulai tampak melalui prilaku seksual remaja. Perilaku tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kontrol diri pada remaja saat ini perlu diberi perhatian,” terangnya.
Terpisah, Ja’far Syahbudin Ritonga sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) mengapresiasi kegiatan positip tersebut.
Ketua bidang pemberdayaan ekonomi umat di MUI Propinsi Sumatera Utara ini mengatakan, pendidikan seksual merupakan suatu keterampilan dan pengetahuan yang perlu diberikan sedini mungkin, kepada peserta didik mengenai perilaku seksual, untuk menghadapi hal-hal yang akan terjadi di masa depan, seiring bertambahnya usia, serta membentuk karakter dan pola perilaku agar mampu terhindar dari perilaku-perilaku yang beresiko terhadap pelecehan seksual maupun perilaku seksual menyimpang.
“Semoga setelah mengikuti seminar ini, para peserta didik lebih mampu mengontrol diri dalam berprilaku,” ungkap alumni S3 USM Malaysia itu. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












