Diduga Dipatok Ular, Pencari Ikan Tewas di Kebun Sawit Emplasmen Kualanamu

oleh
Kapolsek Beringin, Polresta Deliserdang, AKP Dony Simanjuntak. (Erwin Sitorus/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Seorang pencari ikan bernama Anto (40) warga Pasar 6 Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Deliserdang, ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit Dusun 4, Desa Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Senin (19/06/23) pukul 05.00 WIB.

Mayat Anto pertama kali ditemukan Agus (50) warga setempat. Sementara penyebab kematian korban karena dipatok sejumlah ular.

Dijelaskan Agus, korban (Anto) biadanya mencari ikan di parit besar bekas korekan beko di areal perkebunan. Biasanya, korban menggunakan setrum baterai di lokasi.

BACA JUGA..  Dikabarkan Ada Judi Tembak Ikan, Polsek Medan Tuntungan Bergerak

Sebelum ditemukan meninggal dunia, keluarga korban telah mencarinya karena tidak pulang semalaman usai mencari ikan. Seperti biasanya, Anto selalu langsung pulang usai mencari ikan.

Karena tidak pulang, keluarga pun menceritakannya kepada para kerabat. Dan diantara kerabat itu ada yang mengetehui lokasi Anto mencari ikan.

Selanjutnya keluarga dibantu kerabat dan masyarakat bersama-sama mencari keberadaan Anto ke lokasi. Keluarga terkejut melihat Anto sudah tidak bernyawa lagi di lokasi pemancingannya.

BACA JUGA..  Kapolres Tanjungbalai Cek Pengamanan Rekapitulasi di PPK

Saat akan didekati, ternyata di sekitar tubuh Anto terdapat banyak ular berwarna belang-belang. Warga yang ikut menyaksikannya, langsung memburu ular tersebut. Oleh warga dan keluarga menduga ular-ular itulah yang telah mematok Anto hingga meninggal dunia.

Selanjutnya penemuan jenazah Anto dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Beringin, Polresta Deliserdang.

Mendapat informasi penemuan mayat, personil Polsek Beringin turun ke lokasi dan selanjutnya membawa jenazah Anto ke rumah sakit untuk keperluan visum.

BACA JUGA..  Berkas NW Terlapor Kasus Penipuan Masuk Polisi Naik Sidik di Polda Sumut

Terpisah, Kapolsek Beringin AKP Dony Simanjuntak, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan visum kepada korban.

“Masih kita telusuri dan masih mendalami proses visum penyebab  hilangnyanya nyawa Anto, apakah memang benar diakibatkan oleh patokan ular yang ditemukan warga  di lokasi. Jadi mohon bersabar ya,” ujar Kapolsek. (*)

Reporter: Demson Tambunan/Erwin Sitorus
Editor: Maranatha Tobing