Bupati Humbahas Hadiri Perayaan Paskah Sub-Humbang Wilayah VII GKPI

oleh
Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor saat menyampaikan kata sambutannya dalam Perayaan Paskah Sub-Humbang Wilayah VII GKPI. (Carlos Simamora/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor hadiri perayaan Paskah Sub-Humbang Wilayah VII GKPI yang dilaksanakan di GKPI Doloksanggul Kota, Minggu (16/4).

Ibadah ini mengambil thema ‘Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku.’

Tampak ibadah itu juga diikuti, Sekda Humbahas Tonny Sihombing, Wakil Ketua TP PKK Ny. Marista Tonny Sihombing, Pimpinan OPD, Kabag dan dihadiri berbagai koor dari GKPI se-Humbang Hasundutan.

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor dalam sambutannya menyampaikan, agar masyarakat Humbang Hasundutan tetap mengandalkan Tuhan di dalam kehidupannya, karena kedepan tantangan akan semakin sulit. Dengan mengandalkan Tuhan yang sudah bangkit dari kematian akan memberikan keindahan pada waktunya.

“Pemerintah memberikan perhatian pada pertumbuhan iman melalui pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Pembangunan rumah ibadah hendaknya juga diikuti dengan bertumbuhnya iman masyarakat Humbang Hasundutan, secara khusus jemaat GKPI yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan,” ucap Dosmar.

BACA JUGA..  Pemkab Taput Pastikan Warga Segera Huni Huntap, Pemulihan Pascabencana Masuki Tahap Akhir

Pada kesempatan itu, Dosmar juga mengungkapkan, bahwa Kabupaten Humbahas baru-baru ini menerima Adipura, hal ini menunjukkan bahwa warga ‘sudah mulai’ memahami tentang kebersihan. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini juga kami menyampaikan terimakasih kepada masyarakat atas perolehan Adipura ini, mari kita tetap menjaga kebersihan dari rumah tangga, lingkungan dan lebih luas Kabupaten Humbang Hasundutan. Demikian juga dengan Gereja sebagai tempat ibadah, mari sama-sama kita jaga kebersihannya sehingga ibadah akan lebih hikmat,” ajaknya.

Lebih lanjut, Dosmar juga mengatakan, pemerintah saat ini mewajibkan agar sekolah SD, SMP dan SMA mewajibkan menggunakan metode Gasing (Gampang, Asik dan Menyenangkan). “Dengan metode ini, anak-anak kita akan semakin pintar dalam belajar matematika. Hendaknya jemaat GKPI memperhatikan pendidikan anak, sehingga ke depan akan anak-anak mampu bersaing dalam mencapai cita-citanya,” imbuhnya.

BACA JUGA..  Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi ‎

Pada perayaan itu juga, Dosmar mengungkapkan, hendaknya para jemaat menjauhkan rasa benci dan iri hati dan saling mengasihi satu dengan lainnya. “Nama Tuhan dipermuliakan. Selamat Paskah untuk kita semua,” ujar Dosmar.

Pada ibadah itu, Bishop GKPI, Pdt Abdul Hutauruk, M.Th  dalam khotbahnya menyampaikan, bahwa pasakah menyatakan bahwa Yesus sudah bangkit dari kematian. Kehadiran perempuan melihat ke tempat yesus dikubur seyogianya melihat Yesus yang mati, tetapi Yesus sudah bangkit.

“Orang mati tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi orang hidup bisa. Orang mati tidak melayani tetapi dilayani, segala sesuatu sebelum dia dikuburkan dilakukan oleh orang yang hidup. Yesus sudah bangkit dan hidup,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Proyek Irigasi Gagal Penyebab Banjir Akhirnya Ditutup

Sementara itu, dalam laporannya, Ketua Umum Perayaan Paskah, Pdt. Ganda Aritonang melaporkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali kasih antara jemaat GKPI se-Kabupaten Humbang Hasundutan, sehingga jemaat yang satu dengan lainnya saling mengenal demikian juga pelayan di GKPI yang satu saling mengenal dengan lainnya.

Ibadah ini diisi dengan berbagai koor baik kaum perempuan, PP, Remaja, kaum bapak dan anak-anak sekolah minggu.

Kidung pujian yang dibawakan oleh Anak Sekolah Minggu GKPI Saroha Doloksanggul misalnya mampu membawa jemaat dalam suasana ibadah yang damai dan tentram. (*)

Reporter: Carlos Simamora
Editor: Maranatha Tobing