POSMETROMEDAN.com – Pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Bina Rantauprapat terus disoal para pelanggannya. Setelah ada yang protes karena meteran masih 0 (nol) tapi sudah dapat tagihan yang harus bayar.
Teranyar, seorang pelanggan mempertanyakan penggunaan biaya perawatan meteran air yang dikutip dari pelanggan sebesar Rp4.000 setiap bulan.
Budi, seorang pelanggan PUDAM Tirta Bina Rantauprapat, Selasa (20/12/2022) mengatakan, sesuai rincian tagihan pembayaran yang dia lihat di website PUDAM Tirta Bina, tertulis struktur biaya yang dibebankan kepada pelanggan diantaranya rekening pemakaian air dan biaya rawat meter sebesar Rp4.000.
“Biaya rawat meteran dibebankan kepada pelanggan PUDAM Tirta Bina. Kalau dikalikan empat ribu rupiah dengan ribuan pelanggan PUDAM yang ada, sudah berapa setiap bulan,” katanya.
Akan tetapi, sambung Budi, meski setiap bulan biaya rawat meteran dibayar pelanggan, namun meteran di rumah-rumah pelanggan sama sekali tidak pernah dilakukan perawatan.
“Dan pertanyaannya adalah, apakah ada perawatan yang dilakukan PUDAM terhadap meteran pelanggan. Tidak pernah ada sama sekali,” terangnya.
Sementara itu, surat tagihan yang diperoleh Budi dari website PUDAM itu berbeda dengan surat tagihan pembayaran air atau kuitansi yang diberikan langsung petugas PUDAM kepada pelanggan saat menagih setiap bulan.
Dalam kuitansi yang diperoleh Budi melalui website itu, diterangkan biaya pemakaian air dan biaya rawat meter sebesar Rp4.000.
“Di kuitansi yang diberikan ke pelanggan tidak ada. Tapi coba buka di website Pudam Tirta Bina dan masukkan nomor pelanggan dan terbuka. Biaya rawat meter empat ribu rupiah,” jelasnya.
Selain soal biaya rawat meter yang menjadi tanda tanya itu, Budi juga mempersoalkan kualitas air yang sampai ke rumah pelanggan di Lingkungan Perumahan Raja Habib, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan. Padahal, instalasi pengolahan air milik PUDAM sangat dekat dari komplek perumahan itu.
“Mengapa air di perumahan Raja Habib, sudah kotor dan tidak deras. Padahal komplek perumahan hanya beberapa meter saja jaraknya dari pengolahan air PUDAM di Sei Buaya,” keluhnya.
Sementara itu, Direktur PUDAM Tirta Bina Rantauprapat, Paruhum Naili Siregar,SE ketika dikonfirmasi, Selasa (20/12/2022), menanyakan apakah ada petugas perawatan meteran dan apakah biaya perawatan dikenakan kepada setiap pelanggan. Dirinya kembali tutup mulut dan belum memberikan keterangan pasti. (*)
Reporter: Afriandi
Editor: Maranatha Tobing












