Plt Kades bersama Warga Laporkan Kades dan Bendahara Hutabaru ke Polres Tapsel

oleh
Bukti surat laporan/dumas pihak Desa Hutabaru, Kecamatan Aek Bilah, ke Polres Tapsel (berstempel basah) terkait penggelapan BLT dari Dana Desa dengan cara memalsukan tandatangan warga. (Foto: Istimewa/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Warga Desa Hutabaru, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mangadukan Kepala Desa Hutabaru, inisial RR, ke Polres Tapanuli Selatan.

Pengaduan pada 22 November 2022 lalu itu, diterima Aminah Pane, PLH Siu Umum Polres Tapsel.

Kepada awak media ini, Rabu (30/11/2022), Herman Ritonga (32) menyebut, mengetahui namanya terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Dana Desa (DD), Hutabaru adalah dari Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

EPAPER

“Tetapi sejak Januari 2022, saya tak pernah menerima BLT itu hingga saat ini. Memang pernah saya tanyakan pada Kepala Desa bahwa mengapa saya tak menerima BLT padahal saya ada didaftar. Namun, jawabnya, dana BLT untuk saya telah dipulangkan ke kas negara,” ungkap ayah tiga anak ini.

Disampaikan, beberapa minggu terakhir telah mengetahui, BLT DD atas nama dirinya telah disalurkan dan diduga telah terjadi pemalsuan tanda tangan atas dirinya.

BACA JUGA..  Bandar Sabu Diringkus Polres Karo, Belasan Paket Disita 

“Saya juga telah komplen langsung atas pemalsuan tanda tangan, sekaligus penyalahgunaan atas BLT DD atas nama saya. Pada Sabtu 19 November 2022, sebenarnya telah dijanjikan membayar BLT DD atas nama saya. Tetapi tidak ada realisasinya. Sayapun mengadukan hal itu ke Polres Tapsel pada 22 November 2022. Sejak saya mengaduksnnya ke Polres, justru berulang kali mendatangi saya untuk penyerahan BLT DD, terhitung Januari hingga September 2022. Tetapi saya tak berkenan lagi karena saya telah dibohongi dan tanda tangan saya telah dipalsukannya. Apalagi, selama ini BLT DD atas nama saya telah dikembalikan ke kas negara sebagaimana disampaikannya sebelumnya,” ungkapnya.

Plt Kades Hutabaru Netto Siregar (23) menjelaskan, adapun point penting yang membuat mereka (Plt Kades dan warga) membuat pengaduan ke Polres Tapsel, adalah atas berbagai kejanggalan atas dugaan penyelewengan BLT Dana Desa.

BACA JUGA..  Sarang Narkoba "Long Beach" Kelambir 5 Digerebek, Sepadang Tersangka Ditangkap

“Tanggal 26 Oktober 2022 Kades Hutabaru telah cuti menjadi Kepala Desa, karena menjadi Calon Kades. Dan pada tanggal itu juga saya telah menerima SK sebagai Plt Kepala Desa Hutabaru. Anehnya, melihat rekening koran, ada pencairan Dana Desa Hutabaru pada tanggal 28 Oktober 2022, Rp 68 juta, yang dicairkan oleh Kepala Desa yang cuti bersama Bendahara, dengan peruntukan BLT,” ungkapnya.

Diungkapkan, setelah mengetahui kondisi itu, selaku Plt Kades langsung mempertanyakan peruntukan pencairan DD pada 28 Oktober 2022, kepada Bendahara Desa inisial SS.

“Katanya untuk honor Perangkat Desa, termasuk saya sebagai Sekretaris Desa. Tetapi herannya, saya hanya dikasi 3,5 juta saja untuk honor bulan 7,8 dan 9 Tahun 2022. Sebelumnya  saya menerima Rp 6,8 juta pertiga bulan,” ungkapnya, sambil menjelaskan sejak menjadi Sekdes tidak mengetahui atau diberitahu terkait besaran honor.

BACA JUGA..  Ditinggal Menderes Karet, Rumah di Siopat-opat Rata Hangus Terbakar

Disampaikan Netto, kejanggalan lainnya yang membuat mereka mengadukan Kades dan Bendahara Desa Hutabaru adalah dugaan pemalsuan tanda tangan, termasuk tanda Sekretaris Desa pada bukti telah disalurkan BLT Dana Desa Hutabaru.

“Warga yang telah meninggal dunia dan pindah ternyata masih menanda tangani bukti penyaluran BLT Dana Desa 2022,” terangnya seraya berharap, kiranya Kepolisian secepatnya menindaklanjuti aduan masyarakat itu. Sehingga, kedepan kejanggalan atas penggunaan Dana Desa, khususnya BLT tidak terulang lagi. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing