POSMETROMEDAN.com – Eksekutif Labuhanbatu Institute menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam Diskusi publik yang mengusung tema “Peran Bank Syariah Terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Labuhanbatu di Warkop Botimoon, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Minggu (28/08/2022) Sore.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Bank Syariah Indonesia Arief Rosyid Hasan sebagai Narasumber, Rektor Universitas Labuhanbatu (ULB) Prof. Ade P Nasution,Ph.D sebagai Narasumber, Rektor Univa Labuhanbatu Basyarul Ulya Nasution,SH MM sebagai Narasumber, Direktur Eksekutif Labuhanbatu Institute Muhammad Riduan Dalimunthe,S.IP dan Ramadhani Safitri,S.Sos MAP sebagai Moderator.
Saat memberikan sambutan, Direktur Labuhanbatu Institute Muhammad Riduan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Komisaris Bank Syariah Indonesia di Labuhanbatu. Diharapkan, kegiatan ini menjadi motivasi anak-anak muda, mahasiswa dan pelaku UMKM untuk dapat berbuat banyak dan mampu bermanfaat bagi orang lain.
“Terimakasih atas kehadiran Komisaris BSI, kita harapkan ke depan dengan diadakan kegiatan ini dapat menjadi motivasi anak muda dan mahasiswa serta pelaku UMKM di Labuhanbatu dapat berbuat banyak dan bermanfaat bagi orang lain,”Harapnya.
Sementara itu, Rektor ULB Ade Parlaungan menjelaskan, Bank Syariah dibentuk pada tahun 1990 di Jawa Barat. Menurutnya, kontribusi Bank berbasis Syariah sudah tidak diragukan lagi, banyak program aset kecil menjadi miliaran. Namun, ia menyebut sosialisasi ke masyarakat masih sangat minim.
“Sosialisasi BSI ke masyarakat cukup minim, walau sudah banyak aset kecil sudah mencapai miliaran rupiah. Namun begitu, suatu saat saya yakin teori ini dapat lebih bagus secara islam, progres BSI sudah cukup baik,” katanya.
Ditempat yang sama, Rektor Univa Labuhanbatu Basyarul Ulya mengatakan, UMKM adalah hal yang sentral untuk dibicarakan. Di Univa saja, Ulya menyebut telah banyak mengedepankan hal-hal yang berkaitan dengan UMKM. Bahkan, mahasiswa diwajibkan menggelar talkshow maupun seminar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu melalui dinas terkait.
Bahkan, peraturan statuta di kampus Univa tidak hanya tentang bagaimana pemilihan rektor dan dekan saja. Tetapi, statuta juga mengharuskan kerjasama ke Bank yang berbasis syariah. Ia menyebut, saat ini Univa telah bekerjasama dengan tiga Bank islam.
“Kita harus lebih berinovasi, apalagi berkaitan dengan UMKM. Saya berharap, UMKM harus dibentuk dengan peraturan tertulis, Pemkab harus membuat Peraturan Daerah (Perda) agar memiliki payung hukumnya, sehingga UMKM Labuhanbatu memiliki legalitas,” harapnya.
Komisaris Bank Syariah Indonesia Arief Rosyid Hasan menjelaskan, UMKM telah sukses menyerap sebanyak 97 Persen tenaga kerja. Namun, di Indonesia masih terlalu krusial karena pengusaha masih berada di angka 3.1 Persen. Padahal, Indonesia harus memiliki 12-14 Persen wirausaha jika ingin mengalami kemajuan di sektor UMKM.
Menurut Arief, Indonesia harus menjadi pusat ekonomi syariah. Seperti negara Brazil yang saat ini menjadi Eksportir daging halal terbesar di dunia. Arief mengatakan, di bulan Oktober Bank Syariah Indonesia telah membuka cabang di Dubai, dan akhir tahun ini akan merambah ke Mekkah maupun Madinah.
Ekonomi BSI menurutnya tidak akan dapat berbuat banyak tanpa dukungan. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat dan segala unsur untuk mendukung ekonomi keuangan syariah. Sebab, mustahil rasanya mendorong UMKM dan masyarakat kecil jika tidak adanya dukungan terhadap Bank Syariah Indonesia.
Ia juga menjelaskan, BSI sudah berada dibawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dirinya juga menyebut, BSI memiliki cita-cita masuk 10 besar sebagai Bank terbesar di dunia pada 2025 nanti. Bahkan, aset BSI diharapkan mampu berada di atas 500 Triliun dengan total nasabah mencapai 40 juta jiwa.
Selain pinjaman, BSI juga menawarkan tabungan haji, deposito dan giro bagi usaha syariah. Ditambah lagi KUR sebesar 800 Miliar dan KUR Medium besaran hingga mencapai 20 Miliar. BSI kata Arief juga telah bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
“Ayo bersama mendukung ekonomi keuangan syariah. Karena untuk mendorong UMKM dan masyarakat kecil, mustahil jika tidak mendukung Bank BSI. Kita memiliki aset 1 triliun di Sumatera Utara. Dan total memiliki aset keseluruhan BSI sebesar 270 Triliun Rupiah,” jelasnya.
Acara turut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dihadiri seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Labuhanbatu. Sebelumnya, kedatangan Komisaris Bank Syariah Indonesia disambut hangat dengan pemakaian tanjak oleh Owner Warkop Botimoon Hendra Kobain Harahap.
Komisaris Bank Syariah Indonesia Arief Rosyid Hasan saat menjadi narasumber pada acara Diskusi Publik Peran Bank Syariah Terhadap Kemajuan UMKM Labuhanbatu, di Warkop Botimoon, Kelurahan Sioldengan, Rantau Selatan, Minggu (28/08/2022). (*)
Reporter: Afriandi
Editor: Maranatha Tobing












