,

Gerebek Lapak Narkoba Polisi Diamuk Warga

oleh
Suasana penggerebekan lapak narkoba di Desa Selamat, Kecamatan Biru Biru, Deliserdang, Sabtu (7/5/2022) sore kemarin diwarnai aksi amuk warga. (Aswar/Posmetromedan)

POSMETROMEDAN.com – Gerebek lapak narkoba di Desa Selamat, Kecamatan Biru Biru, Deliserdang, Sabtu (7/5/2022) sore kemarin diwarnai aksi amuk warga.

Puluhan warga serta keluarga terduga pengguna narkoba yang diamankan minta polisi tidak hanya menangkap pemakai saja, sementara Bandar tidak tersentuh.

Informasi diperoleh, polisi memasuki lokasi penggerebekan dengan menggunakan pakaian preman. Setiba di titik sasaran, petugas langsung mengepung sejumlah gubuk yang digunakan sebagai lapak mengonsumsi narkoba. Hasilnya, 7 orang pria diduga sedang mengkonsumsi sabu sabu berhasil diamankan.

BACA JUGA..  Depresi Ditinggal Pacar, Pemuda di Galang Nekat Gantung Diri

Ketika proses pengamankan dilakukan, petugas dikejutkan kehadiran puluhan warga sekitar diantaranya keluarga ketujuh pria yang diamankan.

Para warga tersebut sempat mengamuk dan mendesak pihak kepolisian menangkap bandar bandar narkoba di kawasan tersebut. Salah seorang Bandar dikenal dengan panggilan Brekele.

“Kami minta bersihkan kampung kami ini dari bandar narkoba, jangan cuma bolak balik nangkap pemakai saja, udah capek kali kami liat peredaran narkoba di kampung ini dan anak anak kami jadi korban. Ini anak kami ditangkap tapi bandarnya tidak pernah ditangkap,” ucap seorang warga yang tampak kesal.

BACA JUGA..  Postingan Berujung Maut, Boru Gultom Dibunuh Tetangga

Sejumlah barang bukti alat hisap dan lainnya tampak turut diamankan petugas ke mobil dan di bawa ke Satnarkoba Polresta Deliserdang. Disebut-sebut, Desa Selamat merupakan salah satu basis peredaran narkoba selain Kampung Kolombia di Kecamatan Biru Biru.

Polisi sudah berulang kali melakukan penggerebekan di dua lokasi itu namun peredaran narkoba di wilayah itu tetap marak. (*)

BACA JUGA..  Diduga Depresi Ditinggal Anak Istri, Pria Ini Bakar Rumah Orang Tuanya

Reporter: Aswar
Editor: Hiras