Begini Kronologi Ibu dan Bayi Meninggal di Puskesmas Siunggam Paluta

oleh
Tangkapan layar pada video Anwar Silitonga.(FACEBOOK)

POSMETROMEDAN.com – Pasca viralnya vidio didunia maya atas meninggalnya ibu dan bayi di Puskesmas Siunggam, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Pemkab Paluta menyampaikan  kronologi atas kejadian tersebut.

Bupati Paluta Andar Amin Harahap melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Laira Rusdi mengatakan, Pemkab Paluta mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya pasien ibu dan bayinya pada proses persalinan di Puskesmas Siunggam, Kecamatan Padang Bolak Tenggara.

“Keluarga yang ditinggalkan semoga mendapatkan ketabahan dan kesabaran,” sebutnya.

Disampaikan, setelah di konfirmasi kepada pihak puskesmas, pihaknya menjelaskan kronologis kejadian viral di medsos;  pertama sekali pasien menghubungi Bidan Desa Siunggam Jae, Selasa (10/5) pukul 08.43 WIB dengan keluhan mules.

“Pasien mules di bagian pinggang. Disarankan untuk datang ke Puskesmas Siunggam. Pukul 10.00 WIB tiba di Puskesmas diterima Dokter Answar Harahap dan selanjutnya dirawat di ruang persalinan,” terangnya.

BACA JUGA..  Wakapolda Sumut Diganti

Lantas, sekitar pukul 13.20 WIB pasien melahirkan anak pertama, jenis kelamin perempuan dengan berat badan 4.200 gram, dengan kondisi bayi kebiru-biruan, tidak menangis, refleksi anus rendah dan bayi dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, perawat melakukan observasi terhadap kondisi ibu melahirkan, yang terus menerus drop atau menurun tensi, maupun kesadarannya. Sehingga, rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit. Namun pada saat persiapan untuk dirujuk sekitar pukul 14.30 WIB, kondisi pasien terus menurun dan selanjutnya dinyatakan meninggal dunia.

“Terkait kondisi Puskesmas yang kosong dan supir ambulans yang tidak berada ditempat, dapat kami sampaikan bahwa, tenaga kesehatan terkonsentrasi pada penanganan pasien, yang akan dirujuk dan supir ambulans standby dihalaman puskesmas,” jelasnya.

Diutarakan, setelah kejadian itu, telah dilakukan mediasi antara pihak keluarga, tokoh masyarakat Desa Siunggam Jae dan pihak Puskesmas. Dimana pihak keluarga telah menyampaikan permintaan maaf atas viralnya video pada saat kejadian. Dan semata-mata terjadi karena emosi sesaat dan kepanikan atas musibah yang menimpa.

BACA JUGA..  Kepala OJK Sumut Resmi Berganti, Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Siang ini (Rabu 11 Mei 2022) sekitar pukul14.00 WIB bertempat di Puskesmas Siunggam, pihak keluarga berkenan untuk melakukan konferensi pers sekaligus permintaan maaf atas viralnya video dimaksud, yang sudah menimbulkan persepsi beragam dikalangan masyarakat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kejadian menyayat hati tersebar melalui sebuah video langsung (live) Ansor Silitonga berdurasi 2 menit 33 detik. Disebutkan, seorang ibu dan anak harus meregang nyawa akibat tidak adanya layanan di Puskesmas.

Dalam video tersebut, Ansor Silitonga menyebut jika ibu dimaksud merupakan adik perempuannya. Dan Puskesmas itu merupakan Puskesmas Siunggam Kabupaten Paluta.

BACA JUGA..  Pengunjung Plaza Kabanjahe Tewas Ditikam

Dalam video menunjukkan Puskesmas tersebut dalam keadaan kosong tanpa petugas pada pukul 15.00 WIB, Selasa (10/5/2022).

Ansor tampak emosi sebab dirinya datang bersama anaknya yang masih balita digendong dan seorang ibu yang merupakan adik perempuannya dalam keadaan meninggal.

“Inilah dia Puskesmas macam apa ini yang ngak ada lagi pegawainya, sunyi semua,” kata Ansor dengan nada kesal di video siaran langsung Ansor Silitonga.

Ansor Silitonga bahkan menunjukkan putrinya yang masih balita dalam keadaan digendong meninggal di dalam mobil ambulan menunggu pertolongan di depan Puskesmas Siunggam.

“Puskesmas macam apa ini, tengok ini borukku ini meninggal,” kata Ansor Silitonga.

Sementara itu, postingan siaran langsung tersebut dibagikan 504 kali dan 191 komentar. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha