Tebingtinggi Tiga Terbaik Penanganan Stunting di Sumut

oleh
Talkshow pencegahan stunting yang diselenggarakan Diskominfo Kota Tebingtinggi di Radio dis FM Jalan Yos Sudarso, Senin (4/4/2022).(FAISAL/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Untuk mencegah terjadinya stunting, dimulai dari seribu hari kehidupan atau biasa yang disebut dengan priode keemasan.

Stunting itu sendiri adalah panjang dan gizi anak tidak normal sejak lahir.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tebing Tinggi dr M Iqbal bersama Kepala Dinas PPKB Hj Nina Zahara MZ pada talkshow tentang pencegahan Stunting yang diselenggarakan Diskominfo Kota Tebingtinggi di Radio Dis FM Jalan Yos Sudarso, Senin (4/4/2022).

“Ada dua hal penyebab terjadinya stunting,” kata dr Iqbal.

Pertama secara langsung. Seperti adanya penyakit anemia pada ibu hamil, kurangnya pola makan yang lengkap, kurangnya pengetahuan ibu hamil dan beberapa hal lainnya.

BACA JUGA..  Bupati Tapanuli Utara Kawal Usulan Peningkatan Status Ruas Jalan Daerah Menjadi Jalan Nasional di Kementerian PU

“Penyebab tidak langsung di antaranya penyediaan sanitasi yang tidak layak, penyediaan tidak layak air bersih, lingkungan yang tidak sehat (kumuh) dan lain sebagainya berkaitan dengan pertumbuhan anak,” tutur dr Iqbal.

Pencegahan awal dimulai dari pemeriksaan pasangan yang akan menikah. Terutama memeriksakan kesehatannya, memberikan pengetahuan dan saat hamil rajin memeriksakan kehamilannya 6 kali.

Sementara, Kepala Dinas PPKB Hj. Nina Zahara MZ menyampaikan terjadinya pertambahan anak stunting umumnya tidak siapnya seorang ibu untuk mempunyai anak.

“Ada beberapa faktor penyebab ketidaksiapan untuk menjadi ibu, karena perkawinan usia dini dan kelahiran anak yang tidak diharapkan karena kehamilan diluar pernikahan,” kata Hj Nina.

BACA JUGA..  Semangat Luar Biasa! Warga Dusun III Simarmar Karcis Kompak Gotong Royong Perbaiki Jalan Longsor

Untuk itulah Dinas PPKB mempunyai program yang disebut SP3 (Syarat Pelaksana Prosedur Perkawinan) calon pengantin yang akan melangsung pernikahan) untuk usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi pria.

“Karena PPKB tugas utamanya pencegahan kita mulai dari masa remaja yang disebut program Generasi Berencana, dimana seorang remaja mempersiapkan suatu pernikahan dengan sebaik-baiknya,” jelas Hj Nina.

Sementara itu, Junita mewakili Bappeda mengatakan data keberadaan stunting tahun 2021 di Kota Tebingtinggi sebesar 17,3 persen.

Angka ini menjadikan Kota Tebingtinggi masuk kedalam kota tiga terbaik dalam penanganan stunting di Sumatera Utara.

BACA JUGA..  Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Bupati Batu Bara Sambut Kunjungan Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan

“Pencegahan Stunting ini tidak bisa dilakukan oleh PPKB atau Dinas Kesehatan saja tetapi perlu banyak melibatkan OPD lainya yang berkaitan dengan programnya,” sebut Kasubid Perencanaan Perekonomian, Pemerintahan dan Pembangunan Manusia.

Dalam pencegahan stunting ada 5 pilar dalam penangananya. Yakni konitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan perubahan prilaku, konvergensi program pusat, daereh dan desa, ketahanan pangan dan gizi serta pemantauan dan evaluasi.

Sementara, Kadis DP3KM Tebing Tinggi Sri Wahyuni menyampaikan keterlibatan dinasnya dalam penanggulangan stunting adalah membentuk kader-kader posyandu yang ada di setiap kelurahan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan.(*)

 

REPORTER: Faisal

EDITOR: Sormin