Aniaya Satu Keluarga, Ketua PP Medan Area Ditangkap di Aceh

oleh
Pelaku penganiaya satu keluarga, Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan alias Joko akhirnya ditangkap di Aceh. (Istimewa/Posmetromedan)

POSMETROMEDAN.com – Sempat melarikan diri pasca dilaporkan telah menculik dan menganiaya satu keluarga pada Kamis (31/3/22) lalu, Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan alias Joko akhirnya ditangkap di Aceh.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus, menyebutkan tersangka diamankan Selasa (12/4/2022) dinihari. “Iya, benar sudah ditangkap. Ditangkap di Aceh tadi pagi pukul 02.30 WIB,” kata Firdaus Selasa (12/4/22) siang.

Ia mengatakan, saat ini tersangka sudah di Polrestabes Medan untuk dilakukan penahanan,” sebutnya seraya mengatakan kasusnya saling lapor.

Diketahui, sebelumnya sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) telah menganiaya satu keluarga di salah satu toko handphone. Adapun korbannya diantaranya Fadli Setiawan (30), warga Jalan Sutrisno, Kecamatan Medan Area.

Saat membuat laporan ke Polrestabes Medan, Fadli mengatakan bahwa kasus penganiayaan dialami keluarganya ketika ayahnya bernama Pilu Yuliadi (51) bertengkar dengan seorang wanita bernama Ruri Novita Irawan (25) di salah satu toko handphone di Jalan Drs H Ibrahim Sinik, Kamis (31/3/2022) sore lalu.

BACA JUGA..  Barak Narkoba di Klambir V Ludes Terbakar

“Jadi aku sedang bekerja sebagai teknisi handphone, rupanya ada ribut ribut. Jadi aku sama adik ipar (Indra Sembiring) dan orang yang ada di sana melerai keributan antara ayahku dengan Ruri,” katanya.

“Yang kudengar, awalnya ayah ku mau keluar dari parkiran, rupanya si Novi di atas motor, tidak tahu apa sebabnya mereka ribut dan bertengkar,” ujar Fadli.

Tak lama usai keributan, puluhan orang yang menggenakan seragam OKP menjemput Fadli dan adik iparnya bernama Indra Sembiring dari tempat kerja. “Infonya si Ruri itu punya keluarga di OKP tersebut hingga dia melaporkan kejadian tersebut,” ujarnýa.

BACA JUGA..  Penangkapan Bandar Narkoba di Bireuen, Anggota TNI Tewas Ditembak

Tidak itu saja kata Fadli, ayahnya yang lagi di rumah juga dijemput dan dibawa ke kantor OKP tersebut. Sedangkan Ruri mengaku bahwa dirinya telah dianiaya Pilu Yuliadi (51) bersama anaknya Fadli dan menantunya Indra Sembiring. Akibat aksi penggeroyokan tersebut, wanita ini mengalami luka berdarah di bagian bibir.

Kasusnya sudah dilaporkan korban ke Polsek Medan Area sehingga tersangka (Pilu) diamankan personel Polsek Medan Area. Dalam laporannya, Ruri menjelaskan Kamis (31/3/22) sore lalu dia bersama tersangka lagi berada di salah satu toko sparepart Handphone di Jalan Drs H Ibrahim Sinik (Jalan Sutrisno-red).

Namun entah bagaimana disaat tersangka (Pilu) mau mengeluarkan sepeda motornya di areal parkir toko terhalang dengan sepeda motor lainnya.

Tanpa diduga tersangka menghampiri korban dan tanpa banyak tanya langsung memukul dada korban sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

BACA JUGA..  Karyawan Pabrik Bubuk Teh Tewas Dilindas Truk Tangki

“Geserlah kau Kon***, ” ujar korban menirukan ucapan pelaku. “Santai lah bang, kan bisa pelan-pelan,” jawab korban.

Sejurus kemudian, tersangka turun dari sepeda motor dan kembali memukul mulut korban hingga bibir korban robek mengeluarkan darah.

Aksi penganiayaan ini dilihat anak (Fadli) dan menantu pelaku (Iskandar) sehingga keduanya ikut memegang korban sehingga Pilu dengan leluasa menganiaya korban hingga tersungkur ke tanah.

Setelah puas menganiaya korban, pelaku bersama anak dan menantu meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Merasa dirugikan dan keberatan, korban melapor ke Polsek Medan Area. Tidak berselang lama, personel Polsek Medan Area mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Medan Area, Kompol Sawangin,”Ya, terduga pelaku penganiayaan sudah diamankan dan ditahan,” jawabnya Rabu (6/4/22) kemarin. (*)

Reporter: Mangampu Sormin
Editor: Hiras Situmeang