POSMETROMEDAN.com – Kodim (Komandan Distrik Militer) 0212 Tapanuli Selatan (Tapsel), Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing selaku Dandim, meresmikan Kampung Pancasila Sibadoar, Jumat (11/3).
Disebut, pencanangan Kampung Pancasila ini merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan TNI AD, untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat, yang akhir-akhir ini semakin tergerus oleh kemajuan jaman.
“Tujuan dibentuknya Kampung Pancasila ini ialah, untuk mempersatukan seluruh komponen bangsa yang ada di wilayah ini, sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis dilingkungan masyarakat walaupun berbeda suku, ras dan agama,” ucapnya.
Dijelaskan, diresmikannya kampung Pancasila sebagai usaha Pemerintah untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam butir Pancasila, sehingga terciptanya kerukunan antar umat beragama, serta mendorong masyarakat agar saling menghormati dan menghargai sesama, menuju masyarakat yang rukun, makmur dan sejahtera.
“Kita berharap Kampung Pancasila ini menjadi pilot project, desa lain bisa mencontoh. Sehingga semangat masyarakat menghayati nilai-nilai luhur bangsa dan negara dalam pengamalan Pancasila, dimana masyarakat saling menghormati dan bergotong royong dalam membangun NKRI,” pungkas Pamen lulusan Seskoad Tahun 2015 tersebut.
Sebelumnya, Kades Sibadoar Rojali Pulungan menyebut, ditetapkannya Desa Sibadoar menjadi Kampung Pancasila saat ini, didasari dengan toleransi yang begitu terpelihara dengan baik secara turun temurun ditengah kehidupan masyarakatnya.
“Kami selalu disatukan oleh nilai Pancasila pada setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat di desa,” ungkapnya seraya berterima kasih atas ditetapkan Desa Sibadoar menjadi Kampung Pancasila.
“Mudah-mudahan semakin baik dimasa mdndatang,” ujarnya.
Hal senada juga diutarakan Tokoh madyarakat Desa Sibadoar, Baginda Kiramat Siregar dan Aston Tambunan. Menurut mereka, sejak desa itu dihuni keyakinan berbeda sekitar 1866, tak pernah ada cerita atau catatan tentang pertentangan atau perselisihan antara penganut keyakinan yang berbeda. Justru, semua aman, damai dan selalu bekerjasama, saling menghormati, saling menghargai dan bahkan kerap bergotong royong saat mendirikan rumah ibadah.
“Semoga warganya terus menjiwai pancasila,” ucap mereka.
Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Desa Sibadoar, Bangun Siregar usai acar petesmian menerangkan, sejak dulu masyarakat Sipirok, khususnya Desa Sibadoar, telah menganut nilai pancasila sehingga, hal ini menjadi cikal bakal ditetapkannya Desa Sibadoar menjadi Kampung Pancasila.
“Ada beberapa parameter, diantaranya adanya persentase 40-60 persen penganut agama berbeda di desa ini. Hidup rukun, damai dan selalu berdampingan, bertetangga tanpa memandang adanya perbedaan keyakinan. Selain itu, ditengah kehidupan masyarakat terus dijaga kerjasama, sikap toletan bahkan aktif betpartisipasi pada kegiatan kemasyarakat, termasuk pembangunan rumah ibadah,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Tapsel melalui Sekda, Parulian Nasution menyebut, Kampung Pancasila merupakan program yang sangat brilian. Harus dikembangkan, tidak hanya di Sibadoar, tetapi seluruh desa, khususnya di Tapanuli Selatan bahkan Indonesia. Sebab nilai-nilai Pancasila itu lahir dari akar budaya, perilaku, pola fikir dan sikap rakyat Indonesia.
Hadir pada acara itu, Dandim 0212, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, Sekda Tapsel Parulian Nasution, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tapsel, Antoni Setiawan, Perwakilan Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Sipirok, sejumlah perwira dari Kodim 0212, Camat, Danramil 03 dan Kapolsek Sipirok serta tamu dan undangan lain. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranahta Tobing












