Kembangkan Bukit Lawang-Tangkahan dan Buka Jalur Alternatif Karo

oleh
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah, saat berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. (Kominfo for Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Kembangkan Bukti Lawang-Tangkahan dan buka jalur alternatif ke Kabupaten Karo, menjadi permintaan prioritas Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Hal itu sampaikan sebagai bentuk komitmen dalam pembangunan sektor pariwisata di Sumatera Utara (Sumut). Wagub Sumut didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto, menemui Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar yang didampingi Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno di Rumah Dinas Menteri LHK, Jakarta, Senin (10/1).

Sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Sumut untuk kembali mendorong kemajuan ekonomi Sumut. Selain Danau Toba, pemerintah fokus pada pengembangan destinasi wisata Bukit Lawang – Tangkahan dan Kabupaten Karo.

Pada pertemuan tersebut, Ijeck sapaan akrab Musa Rajekshah menyampaikan, pihaknya menemui Menteri LHK membicarakan beberapa hal berkaitan dengan hutan di Sumut, terutama hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kawasan Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan dan perkembangan kawasan hutan lainnya di Sumut.
“Pertemuan tadi membicarakan beberapa hal berkaitan dengan hutan di Sumut terutama menunjang pariwisata Bukit Lawang dan Tangkahan yang menawarkan konsep wisata konservasi dan alam (ekowisata) hingga pembukaan jalur alternatif Karo,” ujar Ijeck.

BACA JUGA..  Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Selain itu, Global Climate Fund Indonesia juga menjadi bahan perbincangan dalam pertemuan tersebut, TNGL dengan kekayaan sumber daya alamnya memiliki potensi serapan dan simpanan karbon yang cukup besar. Pemprov Sumut berkomitmen untuk menjaga wilayah Hutan Primer seperti yang diamanatkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian LHK.

“Sumut juga akan memulai konsesi oksigen yang kita hasilkan dari Hutan Gunung Leuser yang saat ini sudah dicetuskan melalui Paris Agreement yang tertuang pada Perpres 98 tahun 2021,” ujarnya.

BACA JUGA..  Tepung Tawari 398 Calhaj Langkat, Bupati: Jaga Kesehatan dan Keikhlasan

Terkait Bukit Lawang dan Tangkahan, lanjut Ijeck, pihaknya meminta dukungan terkait pengaktifan konservasi Orang Utan khususnya di Bukit Lawang yang sudah lama tidak beroperasi. Hal ini pun, kata Ijeck langsung disetujui oleh Menteri Siti Nurbaya.

“Alhamdulillah, disetujui Bu Menteri, untuk mengaktifkan kembali penangkaran orang utan yang ada di Tangkahan dan Bukit Lawang. Pola kerjasamanya nanti akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, terkait Tahura, Ijeck meminta izin karena rencana pembangunan jalan alternatif Medan – Berastagi melewati Simpang Tuntungan – Kutalimbaru – Sembaikan  sepanjang 16.257 meter dan lebar ± 15 meter melewati Tahura Bukit Barisan.

BACA JUGA..  Warga Blokade Akses ke TPA Binjai, Tuntut Penutupan Galian C

“Kita meminta izin ke Ibu Menteri LHK untuk dapat memberikan persetujuan pembangunan jalan yang melewati Tahura sepanjang± 16.257 meter dan lebar± 15 meter,” ujar Ijeck sembari mengatakan jalur alternatif lainnya ke Kabupaten Karo ada di Deliserdang melalui Rumah Liang di Kecamatan STM Hulu – Barusjahe.

Lanjut Ijeck, Ia berharap apa yang telah disampaikan ke Menteri LHK khususnya dalam pengembangan Bukit Lawang dan Tangkahan bisa terealisasi. Setelah Langkat, Pemprov Sumut akan melanjutkan pembangunan wisata di Kabupaten Karo dan juga Kepulauan Nias serta daerah lainnya.

“Kita akan lanjutkan pengembangan destinasi pariwisata di Karo, Nias dan daerah lainnya. Semua akan dilakukan bertahap, mohon doa dan dukungannya untuk seluruh masyarakat Sumatera Utara,”tutupnya. (*)

Reporter: Maranatha Tobing
Editor: Maranatha Tobing