Jual Beras Diam-diam, Tangan Anak Cacat Dibakar Ayah

oleh -418 views
Kasubbag Humas Polres Tapteng, AKP H Gurning memberikan keterangan kepada wartawan.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Tindakan kejam dilakukan seorang ayah tiri berinisial SH (40) warga Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.

Pria ini tega menganiaya anaknya bernama Faisal Harefa dengan cara membakar kedua tangan anaknya.

Peristiwa itu terjadi pada September 2021 saat korban meminta uang Rp2 ribu kepada ayahnya untuk jajan, tapi sang ayah tiri enggan memberikannya.

Korban pun langsung berinisitif menjual beras yang ada di rumahnya sebanyak 1 solup (1,8 kilogram) seharga Rp20 ribu.

Uang hasil jual beras itu langsung dibelikannya es pisang seharga Rp2 ribu.

Saat kedua orangtuanya pulang dari pesta, orangtuanya sempat bertanya kepada korban.

“Ada kau jual beras itu, di situ saya sempat bohong,” kata korban, Selasa (4/1/2021).

BACA JUGA..  Tim Siluman Polrestabes Tangkap Pembongkar Bengkel Sepeda Motor

Setelah beberapa kali dipertanyakan, korban terpaksa mengakui perbuatannya.

Nahas, ayah tirinya langsung mengganas. Korban diseret dan dipukul ayahnya.

Tapi kejam, kekesalan itu dilampiaskannya sampai membakar kedua tangan korban.

Setelah melakukan penganiayaan, korban sempat diintimidasi ayah tiri dan ibu kandungnya agar tidak menceritakan kepada saudara dan neneknya yang berada di Sibolga.

Nenek korban, Tinira br Situmorang menyebutkan, dirinya sempat menanyakan kepada orangtua korban.

Namun orangtua korban mengatakan, tangan korban itu terbakar akibat bermain api.

“Saya tau kejadian ini juga dari saudara saya yang lain. Bahwa tangan cucu saya ini rupanya dibakar ayahnya, jadi saya tanyakan lagi sama cucu saya ini, baru diakuinya,” ucap neneknya yang berdomisili di Sibolga.

Setelah mengetahui kejadian itu, nenek dan saudara lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapteng pada Desember 2021.

BACA JUGA..  Dikibus, Bandar Sabu Jalan Mistar Sembunyi di Kolong Tempat Tidur

“Upaya itu sudah kami laporkan pak ke Polres Tapteng, kami meminta kepada penegak hukum, agar dihukum seberat beratnya,” koar neneknya.

“Saya taunya kejadian ini dari warga sekitar bahwa ada anak tangannya dibakar sama orangtua tirinya di Tapteng, jadi korban ini langsung dibawa neneknya ke Sibolga. Disitulah saya langsung sambangi anak tersebut,” kata politisi dari Fraksi Golkar.

Tidak tahan melihat kondisi korban, Jamil langsung menyarankan agar berobat ke Metta Medika Sibolga.

“Karena jari tangan korban sudah sempat busuk dan melepuh, terpaksa jari tangan korban diamputasi di RS Metta Medika,” ungkap Jamil.

Masih kata Jamil, korban yang sempat putus dari sekolah menengah pertama (SMP) itupun bakal disekolahkannya kembali.

BACA JUGA..  Curi Emas Milik Pacar, Pelaku Ditangkap Polsek Patumbak

Sementara itu, akibat perbuatannya, SH menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi. Kepada penyidik, dirinya mengakui perbuatannya. Alasannya akibat anaknya terlalu bandal dan sering melakukan kejahatan tingkat remaja.

“Ayahnya ini kesal karena anaknya itu katanya bandel lah. Jadi memang ayahnya ini sudah mengakui kesalahannya,” kata Kapolres Tapteng melalui Kasubbag Humas Polres Tapteng, AKP H Gurning.

Untuk kepastian hukumnya, pelaku sudah di tahan dan akan dikenakan UU Perlindungan Anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman di atas 5 lima tahun kurungan penjara.(bbs)

 

REPORTER: Aris Barasa

EDITOR: Hiras Situmeang

 

 

EPAPER