Polisi Didesak Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan Domino

oleh -410 views
M Teguh Syuahada Lubis, SH, MH

POSMETROMEDAN.com-Terus beroperasinya judi tembak ikan Domino (dulu Hitam Putih) membuat banyak pihak geram. Pasalnya, pihak Kepolisian seolah tak berkutik menangkap Akun yang disebut-sebut sebagai sang bandar.

Menurut praktisi hukum, M Teguh Syuahada Lubis, SH, MH perjudian merupakan salahsatu penyakit masyarakat. Aktifitas ilegal ini kerap bersinggungan dengan kejahatan.

“Pelaku dalam hal ini pemain judi ataupun pelaku usaha judi (penyedia sarana perjudian) jenis apapun adalah termasuk bentuk tindakan kriminal yang jelas – jelas dilarang oleh undang undang. Pelaku terlebih bandar harusnya diberikan sanksi tegas,” ujar Teguh kepada POSMETROMEDAN.com, Senin (11/10/2021).

Dikatakan Teguh, judi berkedok permainan digital memancing ikan kini sudah sangat menjamur di Kota Medan. Bahkan, para pengelola judi nekad membuka lapaknya di tengah-tengah pemukiman penduduk.

“Tapi yang tak kalah memprihatinkan, lapak-lapak itu tak tersentuh hukum. Penegakan hukum atas akttifitas perjudian ini terkesan lambat, bahkan tanpa reaksi,” tegas Teguh.

BACA JUGA..  Bandar Sabu Sei Buluh - Perbaungan Diciduk

Seharusnya menurut Teguh, pihak Polrestabes Medan dapat bergerak cepat menindak dan menghukum pengelola dan bandar. Agar masyarakat sekitar, terlebih ibu-ibu yang khawatir suami atau anaknya bermain judi dapat tenang.

“Nangkap teroris bisa. Masa nangkap bandar judi yang rumahnya sudah jelas alamatnya nggak bisa,” tutur Teguh yang juga seorang advokat.

Polisi kata Teguh, bisa bekerjasama dengan masyarakat untuk menindak praktik judi dan menangkap sang bandar. Jika sudah tertangkap, segera proses.

“Kekhawatiran kita apabila aparat hukum tidak bertindak cepat dan bergerak cepat, nantinya masyarakat yang merasa cemas dan tidak nyaman atas maraknya tempat perjudian itu,” sebut Teguh.

“Pada akhirnya masyarakat akan mengambil tindakan main hakim sendiri untuk menyelesaikan patologi sosial tersebut dan akan menimbulkan konflik horizontal,” sambungnya.

BACA JUGA..  Lawan PT. BUK, Ratusan Warga Pagari Puncak 2000 Siosar

Ditegaskan Teguh, pihak Kepolisian tidak boleh melakukan pembiaran. Masyarakat harus dilibatkan memantau lokasi-lokasi judi tembak ikan Domino itu.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polda Sumut kompak bungkam saat POSMETROMEDAN.com mengonfirmasi judi tembak ikan berlabel “Hitam Putih” (sekarang Domino) via WhatsApp, beberapa waktu lalu. Gawat!

Mulai Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kapolrestabes Medan Kombes Riko Soenarko hingga Dir Reskrimum Kombes Tatan Dirsan Atmaja tidak menjawab konfirmasi.

Kuat dugaan, usaha illegal ini diback up aparat. Sehingga ketiga petinggi Kepolisian ini tidak mau menjawab konfirmasi wartawan.

Setelah berganti label menjadi Fortune, kini judi tembak ikan “Hitam Putih” kembali berganti merek. Oleh pengelola, Domino dipilih sebagai label brand baru.

BACA JUGA..  Sodomi Anak Tetangga, Pelaku Suka Sejenis Sejak SMA

“Iya, ganti nama lagi. Capek dia (Akun) itu dikejar-kejar orang terus,” sebut sumber POSMETROMEDAN.com, Kamis (7/10/2021) malam.

Sumber menyebut, pergantian nama itu diduga untuk mengelabui aparat dan media yang terus menyorot judi tersebut. Pasalnya, bandar dan pengelola tidak memperdulikan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi ini.

“Masa-masa pandemi seperti ini, dia (Akun) masih saja nekad main terus. Anehnya polisi tidak ada yang mau bergerak menggrebek lokasi-lokasi judi tembak ikan Domino yang sudah makin banyak di Medan ini,” ketus pria bertubuh kekar.

Judi tembak ikan Domino ini dibandari dan dikelola oleh Akun warga Jalan Besi Medan. Pria turunan Tionghoa ini merasa aman karena dirinya dikelilingi oleh aparat-aparat yang siap memback up.(tim)

EPAPER