Ternak Babi PT Maharkata di Merek Diminta Segera Tutup

oleh -841 views
Perusahaan ternak babi PT Maharkata di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, diminta tutup karena limbah dan bau busuk dari kotoran ternak tersebut. (Edi Tarigan)

POSMETROMEDAN.com – Masyarakat Desa Portibi Lama, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, mengancam PT Maharkata (peternakan Babi), untuk angkat kaki dari desa mereka. Pemerintah Karo pun diminta segera merespon  keluhan mereka.

Keberatan itu mencuat, karena masyarakat sudah tidak tahan akibat pencemaran lingkungan, termasuk bau busuk yang berasal dari kotoran ternak babi tersebut.

Selain bau busuk, para petani di desa tersebut juga sudah lama merugi akibat limbah pembungan dari peternakan yang sudah lama beroperasi itu.

Dampak yang diakibatkan peternakan tersebut, membuat warga sepakat akan membuat aksi ke Pemkab Karo. Dan, apabila aksi mereka tidak segera direspon, masyarakat berjanji akan menggelar aksi ke PT Maharkata.

BACA JUGA..  Melawan, Pelaku Curanmor Roboh Dibedil Tekab Patumbak  

Kepada wartawan, masyarakat mengatakan siap mengumpulkan tanda tangan sebagai bukti keberatan atas keberadaan PT. Maharkata yang telah berpuluh tahun berada di desa mereka.

Pengumpulan tandatangan itu bertujuan agar pihak Pemerintah atau dinas terkait, segera mengambil tindakan-tindakan tegas terhadap keberadaan ternak babi itu. Masyarakat berkeinginan, dan agar dinas terkait meninjau keberadaan limbah perusahaan tersebut, yang sangat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Salah seorang warga berinisial MT kepada  wartawan mengatakan, agar PT Maharkata segera di tutup.

BACA JUGA..  Pembelian Mobil Dinas Bupati Karo dan Wakil Rp1,9 Miliar Disorot, Kabag Umum Sekretariat Tantang Wartawan

“Kami berharap PT Mahakarta segera ditutup. Ini bentuk kekecewaan kami, dan kami siap tanda tangan sebagai bukti keberatan kami atas keberadaan ternak babi di desa Kami,” ujar MT.

Limbah PT Maharkata (ternak babi) yang mengalir ke areal pertanian warga di Merek. (Edi Tarigan)

Selain MT, warga lain juga menambahkan, bahwa sepertinya pihak PT Maharkata hanya memikirkan keuntungan mereka, tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat. “Sebaiknya tutup ajalah ternak babi itu, sama Kami gak ada untungnya,” ujar mereka.

“Ini mutlak perwakilan suara warga yang setiap hari mencium aroma tidak sedap dari limbah ternak babi tersebut,” ujar warga lainya mengamini.

BACA JUGA..  Sidang Lanjutan Lahan PLTA Batangtoru, Saksi Tidak Tau Lokasi Lobu Sitompul

Masyarakat juga berharap Pemkab Karo khusunya dinas terkait segera memeriksa terkait ijin-ijin dari perusahaan PT Mahakarta.

Warga berharap, sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan setelah penandatangan, secepatnya keluhan masyarakat dan jika tidak direspon oleh pemerintah dan dinas terkait, para warga  akan segera melakukan aksi untuk mendatangi langsung perusahaan ternak babi tersebut.

Manajer PT Maharkata P. Sitepu yang dikonfirmasi Posmetro Medan via sms, mengatakan agar tidak usah bertanya kepadanya. “La perlu sungkunindu aku, (ngak usah tanya aku),” jawab P Sitepu membalas sms Posmetro Medan. (edi)

EPAPER