Kuasa Hukum PT NSHE : Kita Hormati Proses Pengadilan, Bukan Berpolemik Diluar! 

oleh -144 views

POSMETROMEDAN.com – Kuasa Hukum PT NSHE (North Sumatera Hydro Energy), Hazrul Benny Harahap, mengajak semua pihak yang bersengketa agar menghormati proses pengadilan dengan baik. Bukan berpolemik diluar pengadilan.

Hal itu disampaikan melalui tanggapan resminya, atas isi pemberitaan di media, pasca kegiatan konferensi pers yang digelar ‘Parsadaan Toga Sitompol’, terkait sidang sengketa lahan PLTA Batangtoru, Sabtu (28/8) lalu, yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Padang Sidempuan.

Dimana, tanggapan resmi dari Kuasa Hukum PT NSHE yang disampaikan pada Minggu (29/8) diantaranya, menyoroti pernyataan tim hukum Parsadaan Marga Sitompul, soal tudingan kelompok tani dijadikan alat.

“Silahkan dibuktikan dipengadilan. Bukan saatnya, sekarang ini berpolemik diluar pengadilan. Tapi hingga saat ini di ruang sidang tidak ada bukti yang menguatkan hal tersebut,” tulisnya.

BACA JUGA..  Kapolda Sumut Dampingi Presiden Vaksinasi di Deliserdang

Selain itu, Kuasa Hukum PT NSHE ini, juga mengungkapkan, terkait salah seorang saksi dengan inisial HR, yang dulu pernah ikut bersama dalam kelompok Sitompul dan sekarang ada diluar kelompok dimaksud. Tentunya jangan sampai jadi alasan untuk menolak kesaksiannya. “Itu subyektif,” tegasnya.

➡️ Saling Lapor ke Poldasu

Sementara itu, sebagaimana informasi yang didapat dilapangan, saat ini kedua kubu yang bersiteru, pada sidang sengketa perkara perdata No Register 39/PDT.G/2020/PN.PSP, atau biasa disebut Lobu Sitompul, sama-sama melapor ke Polda Sumut. Laporan tersebut masing-masing atas dugaan tindak pidana, setelah mendengar keterangan dari saksi dipersidangan yang berlangsung sebelumnya.

BACA JUGA..  Presiden Jokowi Tinjau Vaksin Massal di Desa Emplasemen Kualanamu

Dimana, dari kubu Parsadaan Sitompul Sibange-bange Datu Manggiling, melalui Hendri Pinayungan, yang juga merupakan salah satu dari Tim Kuasa Hukum Penggugat, telah melaporkan PT NSHE  selaku pengelola pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, ke Polda Sumut.

Laporan tertanggal 25 Agustus 2021 ini terkait dugaan pidana UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 263.

Sebelumnya pada tanggal 10 Agustus 2021, ternyata telah lebih dulu dari kubu PT NSHE, melalui M Aswin Diapari Lubis, yang juga merupakan Tim Kuasa Hukum dikubu Tergugat, membuat laporan ke Polda Sumut.

Yang dilapor adalah salah seorang saksi, berinisial MEH, terkait dugaan tindak pidana, kesaksian palsu diatas sumpah, saat digelar persidangan sengketa lahan PLTA Batangtoru, 5 Agustus 2021 lalu. Pria berusia sekitar 69 tahun ini diduga melanggar KUHP pasal 242. Bahkan, telah mendapat panggilan dari Polda Sumut, tertanggal 24 Agustus 2021, untuk dimintai keterangan atau klarifikasinya pada 31 Agustus 2021 mendatang,

BACA JUGA..  Bupati dan Wakil Bupati Karo Beli Mobil Dinas Ditengah Pandemi Covid-19

Memang, hingga saat ini, sidang sengketa tersebut masih berjalan. Diantara agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi dipersidangan, seperti Jumat (27/8) lalu.

Sidang lanjutan sengketa lahan itu, kembali dijadwalkan oleh Ketua Majelis Hakim Lucas Sahabat Duha, SH, MH bersama Hasnur Tambunan SH MH dan Rudi Rambe SH MH sebagai anggota Majelis Hakim dan Heri Chandra sebagai Panitera Pengganti, pada 9 September 2021 mendatang. (ran)

EPAPER