5 Anggota DPRD Labura Tertangkap Pesta Narkoba Bareng Cewek

oleh -156 views
PANIK: Anggota DPRD Labura dan seorang wanita panik saat terjaring razia.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Polres Asahan saat ini masih mengamankan 17 orang termasuk 5 orang oknum anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Kelima oknum anggota DPRD tersebut terjaring razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat berada di salah satu ruangan karaoke pada sebuah hotel di Kisaran, Asahan.

“Benar, diserahkan oleh tim razia PPKM. Masih penyidikan,” kata Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Nasri Ginting kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021) malam.

Razia dilakukan Sabtu (7/8/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam penangkapan tersebut lanjut Nasri, tim gabungan juga menemukan narkoba berjenis pil ekstasi hingga penyidikannya dilakukan oleh Satuan Narkoba.

“Ditindak lanjuti, ditemukan barang bukti pecahan ekstasi,” katanya.

AKP Nasri Ginting memastikan bahwa kelima anggota DPRD Labura itu ositif mengonsumsi narkoba. Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan urine para tersangka.

Pantauan wartawan, hingga Sabtu (7/8/2021) malam mereka yang diamankan tersebut masih berada di Mapolres Asahan.

Terlihat beberapa wanita dan pria digiring dari ruang penyidikan menuju sel tahanan sementara.

BACA JUGA..  Judi Tembak Ikan Hitam Putih Dibandari Akun

Ditangkapnya lima orang oknum anggota DPRD Labura ini diperkuat dengan hadirnya Ketua DPRD Labuhanbatu Utara, Indra Surya Bakti bersama beberapa orang lainnya.

Indra yang baru saja keluar dari ruang Satuan Narkoba, membenarkan diamankannya lima orang rekannya sesama anggota DPRD.

“Kami prihatin dan kami juga memberikan semangat kepada anggota DPRD Labuhanbatu Utara yang diduga seperti yang diberitakan oleh media. Jadi kami menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. Jadi kita tunggu saja,” kata Indra sembari menyatakan ada lima orang anggota DPRD Labura yang diamankan.

Ditanya adakah Indra bertemu dengan rekannya tersebut usai keluar dari Satuan Narkoba, ia turut membenarkan.

“Ada (bertemu). Pokoknya kita prihatin dan mereka mengaku bersalah,” ucapnya.

Tertangkapnya lima orang anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) karena pesta narkoba menjadi pukulan bagi Partai Hanura.

Pasalnya salah satu anggota yang tertangkap tersebut pernah mengalami hal serupa dan belum mendapat tindakan dari Partai Hanura.

BACA JUGA..  Judi Tembak Ikan Hitam Putih Kuasai Kota Medan

Adapun kelima anggota DPRD Labura itu yakni Pebrianto Gultom (anggota Fraksi Hanura DPRD Labura), Jainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura DPRD Labura), M Ali Borkat (Ketua DPC PPP Labura), Khoirul Anwar Panjaitan (anggota Fraksi Golkar) dan Giat Kurniawan (anggota Fraksi PAN).

Yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah Pebrianto Gultom dan Jainal Samosir. Keduanya merupakan kader Partai Hanura Sumut, di bawah kepemimpinan Ketua DPD Hanura Sumut Kodrat Shah.

Terlebih, Pebrianto Gultom sudah dua kali tertangkap dalam kasus serupa oleh polisi. Berkaitan dengan Pebrianto Gultom, meskipun sempat diancam akan di PAW (pergantian antarwaktu) kan oleh partai, nyatanya dia masih menjabat.

Pebrianto Gultom ini sudah pernah divonis Pengadilan Negeri (PN) Medan dalam perkara narkoba. Sebagaimana dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Medan, Pebrianto Gultom divonis rehab oleh hakim Saidin Bagariang pada 15 Februari 2021.

BACA JUGA..  Gelapkan Sepedamotor dan HP, Ikbal Dijebloskan ke Polsek Beringin

Adapun amar putusan hakim menyebutkan bahwa Pebrianto Gultom bersama Juliandi Limbong dan Lidia Rinanda terbukti secara sah dan meyakinkan menguasai 1/4 (seperempat) butir narkotika jenis pil ekstasi warna pink dengan berat bersih 0,06 (nol koma nol enam) gram.

Ketiganya kemudian dijatuhi hukuman enam bulan dengan ketentuan rehabilitasi. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya meminta agar Pebrianto Gultom dan Juliandi Limbong dihukum 10 bulan penjara. Sementara Lidia Rinanda, dituntut jaksa delapan bulan penjara.

Dalam kasus ini, semestinya Pebrianto Gultom menjalani rehabilitasi di panti rehabilitasi narkoba Yayasan Untuk Anak Mandiri Indonesia (YUAMI) di Jalan Permasyarakatan, Gang Sagu No 1 Kampung Lalang, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Bila merujuk putusan hakim tersebut, harusnya Pebrianto Gultom masih menjalani masa rehabilitasi. Tapi anehnya, Pebrianto Gultom sudah melenggang bebas dan terjaring lagi pesta narkoba bersama teman-temannya.(bbs/ras)

 

EPAPER