Santri Ponpes Darul Arafah Raya Tewas Dianiaya Senior

oleh -311 views
Ilustrasi

POSMETROMEDAN.com – Seorang santri pondok pesantren Darul Arafah Raya (DAR) Jalan Berdikari, Desa Lau Bakeri, Sampe Cita, Kutalimbaru, Deliserdang, tewas dianiaya seniornya pada Sabtu (5/6/2021) malam.

Namun belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya penganiayaan yang menyebabkan Furqan Bayu Alfatah (15) meninggal dunia. Kini kasusnya ditangani Polsek Kutalimbaru.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arafah Raya, H.Harun Lubis membenarkan kejadian penganiayaan tersebut.

“Benar. Masalah ini sudah kita serahkan kepada pihak kepolisian, jadi bagaimana proses selanjutnya kita tunggu saja,” imbuhnya, Minggu (6/6/2021) ketika dikonfirmasi wartawan.

Dikatakan Harun, kejadian dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya korban terjadi pada Sabtu (5/6/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

BACA JUGA..  Kasus Penyerangan Rumah Bendahara PAC IPK Medan Deli, Polisi Diminta Tangkap Otak Pelaku

“Saya mendapatkan infonya sekitar pukul 22.00 WIB. Untuk kasus ini kita sudah sepakat prosesnya ditangani pihak kepolisian. Seorang santri terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia sudah diamankan pihak kepolisian,” katanya.

Atas kejadian ini, Harun mengatakan pihaknya akan mengevaluasi dan membuat kebijakan kedepannya.

“Kita sudah melakukan pencegahan, tapi insiden ini memang bukan yang kita harapkan, diluar dari struktur Pesantren,” sesalnya.

“Memang kita menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian, dan kita tidak bisa menerka-nerka, biarlah pihak kepolisian yang memprosesnya,” ujarnya.

BACA JUGA..  Kantongi ‘Rumput Aceh’, Anak Pasar Merah Diciduk Tekab Medan Kota

Terpisah, Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Medan, AKBP A Ginting mengatakan, bahwa autopsi terhadap Furqan Bayu Alfatah sudah selesai dilakukan pihak rumah sakit.

Namun, A Ginting tidak mau menjelaskan lebih detail apa penyebab korban meninggal dunia. Apakah karena dicekik, dipukul, atau dihantam ke dinding.

Namun, A Ginting membenarkan bahwa Furqan Bayu Alfatah tewas diduga dianiaya oleh kakak kelasnya.

“Autopsi dilakukan di ruang jenazah,” kata A Ginting.

Sementara itu, petugas rumah sakit yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa jenazah korban tiba di rumah sakit sekira pukul 08.00 WIB. Jenazah korban dibawa oleh petugas Polsek Kutalimbaru.

BACA JUGA..  Jual 10 Paket Sabu, Warga Simpang Capucino Gol 

Setelah diserahkan ke petugas rumah sakit, autopsi dilakukan lebih kurang tiga jam.

“Sekira pukul 12.00 WIB, jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga,” kata petugas.

Dari pengamatan petugas, mobil ambulans yang membawa jenazah Furqan Bayu Alfatah menggunakan nomor polisi BL asal Aceh.

“Serah terimanya dilakukan petugas Polsek Kutalimbaru dengan piahk keluarga,” kata petugas tersebut.(bbs/ras)

 

 

EPAPER