Lansia Diatas 60 Tidak Boleh Terima Bantuan Pemko

oleh -46 views

POSMETROMEDAN.com – Wali Kota Medan, Bobby Nasution membuat kebijakan khusus untuk warga lanjut usia (lansia). Menantu Presiden Jokowi ini menandatangani aturan tentang batas maksimal usia penerima bantuan jasa pelayanan masyarakat adalah 60 tahun. Artinya warga lansia di atas 60 tahun tidak lagi diperkenankan menerima bantuan.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 17/2021 tentang Pemberian Dana Jasa Pelayanan Kepada Warga Pelayan Masyarakat. Perwal itu diteken pada 15 April 2021, atau masa-maaa awal dia bersama Aulia Rachman memimpin Kota Medan.

Penerima jasa pelayanan masyarakat dari Pemko Medan sendiri adalah Bilal Jenazah, Imam Masjid, Penggali Kubur, Rumah Ibadah, Guru Magrib Mengaji, Pengurus Rumah Ibadah, Guru Sekolah Minggu, Guru Sekolah Hindu, Guru Sekolah Budha, dan Guru Sekolah Kong Hu Chu.

BACA JUGA..  Tiga Juru Masak Shusi Mentai Mengadu Ke DPRD Medan

Pembatasan usia para lansia untuk menerima bantuan tersebut tertuang di Ketentuan Umum point 38 pada Perwal 17/2021.

“Dewasa adalah usia 18 tahun untuk penerima jasa pelayanan kepada Bilal Jenazah, Penggali Kubur, Pengurus Rumah Ibadah, Imam Masjid, Guru Magrib Mengaji, Guru Sekolah Minggu, Guru Sekolah Hindu, Guru Sekolah Budha, Guru Sekolah Khong Hu Chu usia sampai dengan 60 tahun,” tulis ketentuan umum ke 38 seperti dilihat pada salinan Perwal 17/2021.

Kabag Hukum Setda Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, tidak bersedia memberikan penjelasan terkait terbitnya perwal tersebut.

Saat dihubungi Putra tidak merespon, begitu juga ketika hendak didatangi keruang kerjanya di Lantai 3 Kantor Wali Kota Medan. Putra tidak bersedia membukakan pintu.

BACA JUGA..  Hasyim Minta Pelayanan Manajemen RS Pirngadi Dievaluasi

Karena ada nomenklatur baru penanganan pemberian bantuan tersebut tidak lagi berada di Sekretariat Daerah Kota Medan. Tapi, dialihkan ke Dinas Sosial (Dinsos).

Sekretaris Dinsos Medan, Fachrudin Harahap membenarkan bahwa pihaknya mendapat peralihan kewenangan penyaluran bantuan kepada warga pelayan masyarakat.

Sayangnya dia tidak bersedia menjelaskan secara teknis mengenai pemberian bantuan sesuai Perwal 17/2021.

“Masalah ini sangat sensitif, kami juga baru menerima kewenangannya. Biarlah Pak Kadis (Kepala Dinas) yang memberikan penjelasan,” ujarnya.

Disaat bersamaan Kepala Dinsos Medan Endar Lubis sedang tidak berada di tempat.

Sementara itu, Camat Medan Johor, Zulfakhri Ahmadi mengaku banyak masyarakat komplen dengan keputusan tersebut. “Ya, banyak komplen dari masyarakat,”

BACA JUGA..  Semoga Medan Jadi Primadona Kunjungan Wisata

Bahkan, Zulfakhri mengatakan tahun lalu bilal jenazah, penggali kubur, guru Magrib mengaji yang berusia 60 tahun keatas tetap menerima bantuan.

Kata dia, aturan pembatasan usia baru berlaku tahun ini.

“Perwal kan 60 usia maksimal, makanya kami protes juga di dinas sosial, 60 kan usia segitu rata-rata jadi bilal mayit,” ungkapnya.

Usulan daftar penerima bantuan, lanjut dia, disampaikan secara bertahap mulai dari masyarakat ke kelurahan. Selanjutnya kelurahan meneruskan ke pihak kecamatan untuk dikirim ke Dinas Sosial (Dinsos).

“Tanggal 31 Mei kemarin batas akhir pengiriman datanya. Kami masih mengirimkan usulan campuran, diatas 60 tahun ada,” bilangnya. (ali)

EPAPER