Siksa Cemburu Puber Kedua, Boru Tumorang Dua Malam Dihajar Sinaga

oleh
LEMAS : Roida br Tumorang tergeletak lemas usai selamat dari siksaan BA Sinaga.(IRAS/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Tiga hari menghilang pergi tanpa kabar, Roida br Tumorang ternyata disekap selama dua malam. Ia dipukul serta dipijak-pijak, bahkan nyaris dibunuh BA Sinaga.

Penganiayaan pertama kali terjadi di kediaman BA kawasan Jalan Bakti, Gaperta, Sunggal. Mirisnya, Roida di kunci dalam kamar dan dihajar habis-habisan.

Parahnya, saat kejadian di rumah tersebut ada anak serta menantu BA. Dari situ, penganiayaan berlanjut di salah satu hotel kelas melati kawasan Simpang Selayang.

Hal ini diungkap Roida saat ditemui di rumah kerabatnya kawasan Sei Mencirim, Rabu (19/5/2021) siang. Sambil tergeletak lemas di lantai beralaskan tikar plastik, penduduk Jalan Toba Permai, Gang Terang, Desa Tanjung Gusta, Deliserdang, ini mengisahkan perlakuan kasar yang dialaminya.

Dikatakan wanita berusia 57 tahun ini, sekitar tiga minggu lalu, dia pergi ke Lubukpakam untuk mengungsikan anaknya yang nakal. Pada Jumat (14/5/2021) dia kembali ke rumahnya.

Tujuan kepulangannya untuk mengurus ATM di Bank BRI Jalan Kapten Muslim, Medan. Namun tak berapa lama, BA datang ke rumahnya.

Melihat kehadiran BA, korban spontan menyuruhnya untuk pergi karena takut dilihat anaknya.

“Keluarga dan anak-anakku nggak suka sama dia (BA),” ungkap Roida sembari membeber, BA seperti mengalami masa puber kedua karena selalu cemburu tiap kali dirinya tidak bisa dihubungi atau menolak bertemu.

Namun karena sudah berminggu-minggu menghilang tanpa kabar dan tidak bisa dihubungi, BA bersikeras ingin mengobrol dengan Roida. Pria bercucu ini pun menolak untuk pergi.

BACA JUGA..  Miliki Daun Ganja, Satu Petani Diringkus di Agara

Takut terjadi keributan di sekitar rumahnya, Roida lantas memberitahu jika pada hari Senin dirinya akan mengurus ATM di Bank BRI dekat Simpang Zipur/Jalan BOM/Jalan Gatot Subroto.

“Pergi lah bang. Kalau memang mau ngobrol, kita jumpa di bank aja,” bujuk Roida.

Percaya, BA pun bergegas pergi. Sesuai rencananya, Roida berangkat dari rumah menuju Bank BRI pada Senin (17/5/2021) dengan menumpang angkutan umum.

Setiba di depan bank, ternyata BA didapati sudah menunggu disana. Pun begitu, Roida langsung bergegas masuk ke bank untuk mengurus kartu ATM.

Begitu kartu ATM selesai diurus, wanita bercucu ini keluar bank lalu menemui BA. Kepada pria ini, Roida mengaku hendak ke Bank BNI untuk mencairkan bantuan dana dari program MEKAR.

Mendengar itu, BA menyuruh Roida naik ke mobilnya agar diantar ke Bank BNI. Sebab BA mengaku kebetulan dirinya juga hendak kesana.

Walau sempat menolak, Roida akhirnya mau ikut sembari berpikir bisa mengirit ongkos. Namun tak lama, BA mengaku ternyata dompetnya tertinggal di rumah.

Roida sempat menyuruh BA pulang mengambil dompetnya, sementara Roida melanjutkan perjalanan dengan menumpang angkot.

Seolah sudah direncanakan, BA bersikukuh meminta Roida ikut ke rumahnya untuk mengambil dompet. Begitu lah, BA lantas melajukan mobilnya menuju kediamannya.

Setiba disana, Roida diminta turun dan ikut masuk ke rumah. Roida sempat cemas dengan ajakan itu.

BACA JUGA..  PLN Cabut KWH Meter Pedagang Martabak di Jalan Gajah Madan

Tapi kecemasannya pudar begitu melihat di rumah tersebut ada cucu, anak serta menantu BA. Entah mengapa, anak dan menantu BA pergi hingga hanya mereka berdua di rumah.

Memanfaatkan situasi tersebut, BA memaksa Roida masuk ke kamar lalu di kunci dari dalam. Sejurus kemudian, BA yang diduga sejak awal sudah menahan emosi, mengambil bantal lalu memukulkannya ke kepala Roida.

Hantaman berlanjut. Wanita ini terus dihajar dengan cara dipukuli dan dipijak-pijak.

“Aku berulang kali minta ampun tapi terus ditendang dan dipijak-pijak,” sedih Roida sembari terlihat beberapa kali memegangi bagian rusuk sebelah kirinya.

Masih kata wanita berambut ikal ini, dia mengalami penyiksaan sepanjang malam. Bahkan seolah tidak puas menghajarnya, BA seperti gelap mata dengan mengambil pisau.

“Aku mau dibunuhnya. Untung aku cepat menangkap dan menahan pisau itu,” sebut Roida sembari menyebut, akibat menahan pisau itu tangannya terluka.

“Ini lah bekas pisau itu,” imbuhnya sembari menunjukkan luka di antara jari kelingkingnya yang telah dijahit.

Penderitaan Roida sempat berakhir setelah anak serta menantu BA mendengar teriak minta tolongnya. BA sempat menolak membuka pintu meski anak serta menantunya telah berulang kali menggedor pintu.

Pintu baru dibuka setelah anak dan menantu BA mengancam akan mendobrak pintu jika tidak dibuka. Setelah pintu dibuka dan mereka melihat Roida dalam kondisi tak berdaya dan berdarah-darah, BA sempat dimarahi anak dan menantunya.

BACA JUGA..  Dipergoki Mencuri HP, Kakek di Siantar Ancam Warga Pakai Gergaji

“Dia (BA) juga sempat dipukul,” sebut Roida.

Takut Roida tewas di rumah itu, BA lalu dipaksa untuk membawanya berobat.

“Kalau tante (Roida) ini sampai mati disini, kupenjarakan bapak,” kata Roida mengulang ancaman terhadap BA.

Mendengar ancaman itu, BA lantas membawa Roida berobat. Setelah berobat, korban tidak langsung diantar pulang ke rumahnya melainkan dibawa ke salah satu hotel kawasan Simpang Selayang.

“Aku nggak tau hotel apa itu,” tambah Roida.

Disini, hari buruk Roida berlanjut. Dia kembali dianiaya bahkan diperlakukan tidak senonoh. Hampir sepanjang malam di hotel itu disiksa.

“Kupikir aku mati malam itu,” sedihnya dengan suara terputus-putus sembari menahan sakit pada bibirnya yang bengkak akibat dihajar BA.

Malam berlalu. Karena berulang kali mengeluh sekujur tubuhnya sakit, BA akhirnya luluh dan membawa Roida ke tukang kusuk.

Setelah itu, wanita ini terus membujuk BA agar mengijinkannya pulang. Terakhir, dia mengatakan kepada BA kalau tinggal di hotel banyak pengeluaran karena harus bayar.

Karenanya, Roida menyebut akan lebih baik jika dirinya pulang dan istirahat di rumah. Upayanya berhasil.

BA setuju mengantar korban pulang. Namun setiba di Tanjung Gusta, Roida tidak diantar sampai rumah melainkan diturunkan sekitar satu gang dari Jalan Toba Permai. Roida pun bebas dari penyiksaan.(ras)