Boru Butarbutar Dibantai 24 Liang, Isunya Soal Utang

oleh -304 views
MELAYAT: Sanak keluarga melayat di rumah duka Martha Elisabeth Butarbutar.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Misteri pembunuhan Martha Elisabeth Butarbutar (42), Guru SD di Toba yang tewas dibantai dengan luka 24 liang di rumahnya belum terungkap. Motif utang piutang mencuat.

Guna membantu mengungkap kasus pembunuhan keji di Dusun I, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi itu, Tim Inafis (Automatic Finger Print Identification System) Polda Sumut turun ke lokasi, Rabu (26/5/2021).

Proses pemeriksaan diawali dari upaya pencarian sidik jari pelaku, serta mengambil gambar jejak kaki diduga pelaku yang tertinggal di dalam dan luar rumah.

Kanit Inafis Polda Sumut, Aiptu Hendrik Samosir mengatakan pihaknya sudah tiga hari melakukan pemeriksaan. Setiap jengkal sudut rumah dicek satu persatu.

“Tim Inafis sedang mengumpulkan barang bukti sidik jari yang ada di lantai. Tidak ada benda-benda lain yang diambil, hanya mengambil sidik jari aja,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polrses Toba AKP Nelson Sipahutar, menerangkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif.

“Di sekitar rumah ini juga, kita temukan ada jejak para pelaku dari keterangan saksi-saksi yang ada di sekitar rumah korban ini,” sambungnya.

BACA JUGA..  Delapan PNS Pemkab Langkat Dilantik Jadi Kepala UPT Puskesmas

Dari informasi yang beredar bahwa di rumah korban ada dilengkapi kamera pengawas (CCTV), Polisi memastikan bahwa tak ada CCTV di sana dan yang mungkin diduga CCTV itu hanyalah sensor bohlam listrik.

”Tidak ada CCTV, itu sensor bola lampu otomatis, kalau malam menyala dan siang padam,” terangnya.

Nelson juga menepis informasi yang menyebutkan jika pembunuhan ini dilatar belakangi utang piutang.

“Tidak tahu saya kalau ada itu. Tapi doakanlah agar segera terungkap. kami sedang kerja keras melakukan penyelidikan, mulai dari TKP,” sampainya.

Informasi dihimpun, semasa hidupnya, sosok Marta terkenal pendiam.

Semasa hidupnya ia aktif sebagai pengajar di di SD Negeri 173599 Lumban Lobu. Jenazah Martha Butarbutar pertama kali ditemukan oleh kerabatnya.

Korban kali pertama ditemukan Marudut Butarbutar (49) dan anaknya Jaya Butarbutar (16).

BACA JUGA..  Prajurit Raider 100 Lari Pagi Lalu Bersihkan Sampah

Pagi itu, Marudut dan Jaya sedang menggiling padi di kilang miliknya, tepat di depan rumah korban. Lalu Marudut melihat pintu rumah korban terbuka.

Namun lampu di teras masih menyala. Lalu Marudut menyuruh Jaya untuk mengecek rumah korban.

“Bereng jo lampu ni jabu ni namboru man, boasa mangolu hape pintu nungnga tarbuka (lihat dulu lampu di rumah bibimu, kenapa masih menyala tapi pintu sudah terbuka),” kata Marudut.

Jaya pun mendatangi rumah korban. Ia terkejut melihat korban terkapar di lantai rumah dan bersimbah darah. Segera, Jaya mendatangi ayahnya.

“Bapa, bereng jo namboru, nungnga marmudari peak di lantai (Bapak, lihat dulu bibi, sudah berdarah tergeletak di lantai),” sebut Jaya.

Lantas keduanya mendatangi rumah korban. Begitu melihat korban tergeletak di lantas dan bersimbah darah, Marudut menelepon kepala desa (kades), dan dilanjutkan menelepon Polsek.

Tak lama, Pawas, Padal Piket Fungsi, dan Unit Identifikasi tiba di lokasi. Hasil cek TKP, korban ditemukan dalam keadaan telentang, bersimbah darah di kepala dan leher.

BACA JUGA..  Mayat Pria 40 Tahun Ditemukan di Sawah Pantai Labu

Celana panjang korban berada di dekat kepala dan bersimbah darah, celana dalam korban basah, dan saat ditemukan korban mengenakan daster.

Polisi juga menemukan bekas jejak kaki yang diduga lebih dari satu orang melintas dari tempat korban tergeletak hingga ke teras rumah korban serta menuju persawahan di sekitar rumah korban.

Selain itu, di sekitar bagian bawah kaki korban terdapat cairan yang diduga urine korban.

Diketahui selama ini korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Tangan kanannya tidak dapat digunakan dengan baik karena baru mengalami kecelakaan di Sibolga.

Korban juga sedang membangun rumah baru karena rumah yang ditempatinya selama ini merupakan milik orangtuanya.

Sejauh ini, diketahui korban tidak sedang bermasalah dengan keluarganya, dan dengan pihak mantan suaminya, marga Situmorang yang saat ini tinggal di Sibolga.(bbs/ras)

 

EPAPER