Keluhan Pedagang Tak Tuntas Dalam Satu Minggu, Walikota Sibolga Ancam Copot Pejabat Terkait

oleh
Walikota Sibolga H Jamaluddin Pohan dan jajarannya saat mengunjungi relokasi pasar di Stadion Horas. (aris)

POSMETROMEDAN.com – Walikota Sibolga Jamaluddin Pohan ancam copot pejabat yang terkait pada penanganan relokasi pasar Sibolga Nauli di Stadion Horas Sibolga.

Saat melakukan peninjauan, Wali kota geram melihat banyak bangunan didirikan diatas saluran parit. Ia pun meminta agar bangunan itu dapat segera dibongkar.

“Saya tidak peduli mau siapapun oknum yang menjadi deking para pedagang yang mendirikan bangunan di atas saluran parit yang dibuat di relokasi pasar ini. Sebab saya tidak ingin penutupan parit dengan mendirikan bangunan kios menjadi persoalan dikemudian hari,” tegas Walikota saat meninjau relokasi pasar Selasa (27/4) yang didampingi Wakil Walikota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing dan jajaranya.

BACA JUGA..  Menteri Pariwisata RI Kunjungi Samosir, Vandiko Serahkan Proposal, Minta Dukungan Pusat

Tidak hanya itu, Walikota juga meminta agar dilakukan penimbunan di jalan yang akan dilalui pengunjung, kemudian menuntaskan penerangan, baik di kios-kios pedagang maupun penerangan untuk umum, termasuk juga soal penumpukan sampah, serta fasilitas umum seperti toilet juga harus ada dan bersih.

“Dinas PKPLH agar melakukan pengangkutan sampah sebanyak 2 kali sehari yakni pagi dan sore, bahkan bila perlu dilakukan penambahan tenaga khusus pengangkut sampah. Jangan lagi sampai terjadi penumpukan sampah di relokasi pasar,” ujarnya.

BACA JUGA..  Komitmen Pemkab Langkat Percepat Pendataan Huntap Korban Bencana

Jamal mengultimatum agar seluruh pekerjaan itu bisa tuntas hanya dalam waktu satu minggu.

“Jika hal itu tidak terealisasi, saya tidak akan segan-segan untuk mencopot pimpinan OPD atau pejabat yang bersangkutan terkait relokasi pasar ini,” tegasnya.

Terkait keluhan soal pedagang yang berjualan di luar relokasi, Walikota juga memerintahkan Satpol PP & Damkar serta pihak lainnya untuk melakukan penertiban.

BACA JUGA..  Dukung May Day 2026, Bupati Langkat Tekankan Kebersamaan dan Aksi Sosial

“Supaya dipastikan, tidak boleh ada pedagang berjualan di jalan-jalan yang berada di luar relokasi. Sebab para pedagang yang berada di relokasi mengeluhkan keberadaan pedagang yang berjualan di luar,”ucapnya.

Pada kesempatan itu, Jamal juga mengimbau agar seluruh pedagang untuk bekerjasama dalam menjaga ketertiban di relokasi pasar, serta untuk tidak membuang sampah sembarangan, melakukan pembakaran sampah dan hal lainnya yang bisa mengganggu kekondusifan. (ris)