Penerapan Tilang Elektronik; Tak Klarifikasi, STNK Diblokir

oleh -381 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Penerapan tilang elektronik di Sumut akan dimulai April 2021 mendatang. Perlu diketahui, jika nantinya Anda menerima surat konfirmasi tilang, baiknya segera lakukan klarifikasi.

Jangan abai jika mendapat surat konfirmasi tilang elektronik. Karena jika tidak diproses secara otomatis STNK akan diblokir. Untuk selanjutnya tidak dapat dilakukan perpanjangan maupun pengesahan kembali.

Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Jumat (26/3/2021) menjelaskan, nantinya sanksi pelanggaran lalu lintas yang terekam oleh kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Berikut daftarnya. Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, diganjar dengan kurungan penjara selama dua bulan dan denda Rp 500 ribu(sesuai Pasal 287 ayat 1).

Pengendara dan penumpang tidak pakai helm sesuai standar nasional Indonesia (SNI) dikenakan sanksi kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp 250 ribu sesuai pasal 290.

Memainkan smartphone saat berkendara akan dipidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda Rp 750 ribu.

Jika menggunakan pelat nomor kendaraan palsu, tilang elektronik pun bisa deteksi kendaraan tersebut dan sanksinya dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau membayar denda paling banyak Rp 500 ribu.

Pengendara mobil tidak pakai sabuk pengaman akan diganjar hukuman 1 bulan penjara ataupun membayar denda maksimal Rp 250 ribu (sesuai Pasal 289).

Pengendara yang melawan arus jalan dan terekam akan dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu atau mendapat hukuman kurungan paling lama 2 bulan.

Pelanggar yang menerima surat konfirmasi wajib melakukan klarifikasi. Bisa dilakukan dengan dua cara, yakni mendatangi kantor langsung atau online.

Namun, untuk di Sumut, Polda masih melakukan proses penyediaan lokasi hingga menyiapkan sistem secara online. Pembayaran tilang elektronik melalui teller, ATM, mobile banking, internet banking. Bila pembayaran dilakukan melalui Bank pelanggar harus mengisi slip setoran.

Pada kolom Nomor Rekening diisi 15 angka Nomor Pembayaran tilang, sementara pada kolom Nominal diisi jumlah denda yang harus dibayarkan. Setelah mengisi, serahkan slip tersebut kepada teller untuk diselesaikan transaksinya.

Pelanggar yang ingin membayar denda melalui ATM, mobile banking, internet banking, atau EDC, dapat mengikuti langkah berikut:

Pilih menu Pembayaran, Pilih Transaksi Lainnya, Pilih Transfer
Pilih Ke Rek Bank Lain, Masukkan kode BRI (002) diikuti 15 angka Nomor Pembayaran Tilang, Masukkan nominal pembayaran denda, Ikuti langkah selanjutnya hingga transaksi selesai.

Setelah selesai membayar, pelanggar wajib menyimpan bukti pembayaran berupa struk transaksi, slip setoran, ataupun bukti notifikasi SMS. Terakhir, tunjukkan bukti pembayaran itu ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita.(*)

EPAPER