Massa PP Kejar Hakim, Polisi Bubarkan IPK

oleh -5.470 views
RICUH : Pengadilan Negeri Medan ricuh karena hakim memvonis bebas terdakwa pembunuhan.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Sidang kasus pembunuhan anggota Pemuda Pancasila (PP) Syahdilla Hasan Afandi, berakhir ricuh. Vonis bebas yang diberikan majelis hakim terhadap 2 terdakwa memantik emosi massa PP.

Majelis hakim menilai, perkara ini nebis de in idem, sehingga terdakwa tidak dapat diadili lebih dari satu kali, atas satu perbuatan, apabila sudah ada keputusan yang menghukum atau membebaskannya.

“Mengadili, menyatakan tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima, memerintahkan para penuntut umum untuk mengeluarkan para terdakwa dari tahanan setelah putusan ini diucapkan,” kata hakim dalam amar putusannya, Rabu (24/3/2021).

Massa berupaya mengejar hakim karena tidak terima dengan putusan itu. Suasana di Pengadilan Negeri Medan sontak mencekam. Suasana di gedung pengadilan pun semakin memanas hingga warga yang tadinya mengantre berlarian meninggalkan gedung pengadilan.

BACA JUGA..  Penipuan Melalui Handphone, 3 Napi Kuras Boru Sihombing Rp 25 Juta

Sementara di luar gedung, Polisi meminta massa IPK segera membubarkan diri. Keberadaan massa di pengadilan, tak lain karena terdakwa yang disidang dan divonis bebas tersebut merupakan kader Ikatan Pemuda Karya (IPK). Kedua terdakwa dimaksud yakni Sunardi alias Gundok (44) dan Syafwan Habibi (36).

“Di mana rasa keadilan, ada korban, ada yang tewas. Kita minta Humas menghadirkan ketiga hakim itu kemari, kita minta pertanggungjawaban mereka. Gimana kalau kejadian ini menimpa anaknya. Perkara ini beda dengan perkara sebelumnya,” teriak kuasa hukum korban, M. Amrul Sinaga.

BACA JUGA..  Penjagal Kucing di Mandala Ditahan

Karena kesal, massa teriak bunuh di dalam gedung PN Medan. Spontan, suasana pun riuh. “Kalau gitu (vonisnya), mau lah kita bunuh orang kayak gitu,” teriak massa.

Mereka mengatakan, putusan hakim tidak mencerminkan keadilan. Sehingga massa ngotot bertahan di gedung PN Medan.

Mengutip dakwaan JPU Ramboo Sinurat, perkara ini bermula pada Minggu, 8 September 2019, sekitar pukul 16.30 WIB, setelah kegiatan Rapat Pemilihan Pengurus Pemuda Pancasila Anak Ranting Pangkalan Mansyur di Kantor Kelurahan Pangkalan Mansyur.

BACA JUGA..  'Gendong' 23 Kg Sabu ke Jakarta, 4 Kurir Dituntut Mati 

Korban Syahdilla Hasan Afandi bersama beberapa temannya dari ormas PP saat itu disebut pergi menuju warung di Jalan Eka Rasmi untuk bersilaturahmi dengan ormas IPK.

Mereka juga hendak menanyakan soal spanduk milik ormas PP yang dicopot oleh ormas IPK. Namun malah terjadi cekcok dan berujung bentrokan yang mengakibatkan Syahdilla Hasan Afandi meninggal dunia.

Diketahui, perkara ini sebelumnya sudah disidangkan PN Medan. Ada tujuh orang yang sudah diadili. Lima terdakwa lain yang turut membunuh Syahdilla (anggota Pemuda Pancasila) divonis enam tahun penjara. Kemudian, dua terdakwa lain divonis 9 bulan penjara.(*)

 

 

EPAPER