Motif Pembunuhan Driver Ojol, Pelaku Kalah Bejudi

oleh -1.864 views
DITEMBAK : Riki Dermawan terpaksa ditembak karena menghabisi driver ojol secara sadis, beberapa waktu lalu.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Bingung tak punya uang lagi pasca kalah bejudi di kawasan Kampung Tanjung, Binjai Kota, Riki Dermawan (22) nekat berupaya mendapatkan rupiah dengan cara singkat. Ya, merampok.

Berikutnya dia meninggalkan lokasi judi dengan berjalan kaki menuju Jalan T. Amir Hamzah, hingga akhirnya melihat driver ojek online (Ojol) mangkal di simpang Jalan Anggrek, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, Jumat (19/3/2021) malam lalu sekira pukul 23.25 WIB.

Berikutnya, penduduk Jalan H. Hasan, Kelurahan Limausunde, Binjai Barat, ini menghampiri si driver Ojol yakni Iwan Suranta Nainggolan (43). Kepada korban, Riki menanyakan aplikasi Gojek dan meminta diantarkan ke kawasan Tandem, Binjai Utara.

BACA JUGA..  Puluhan Kilo Sabu dan Inex Diamankan di Perairan Asahan

Tanpa menaruh curiga sedikit pun, korban lantas menghidupkan keretanya lalu membonceng pelaku. Saat melintasi di Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Martini, Lingkungan I, Kelurahan Jatikarya, korban diminta melajukan kereta masuk ke gang.

Sekitar 50 meter di dalam gang, Riki lantas menikam korban dibagian leher. Terkejut, Nainggolan berupaya menyelamatkan diri sembari menjerit minta tolong.

Panik, Riki kembali menusuk punggung korban dan menyayatkan pisau hingga dekat pinggang korban. Masih ketakutan, Riki yang sebelumnya berniat merampas kereta korban, memilih kabur tanpa mengambil barang berharga milik korban.

BACA JUGA..  Diskotik Sky Garden Disegel, Pemilik Terus Diburu

Tak lama setelah kejadian, Nainggolan ditemukan tewas  tergeletak di jalan dengan luka tikam di leher sebelah kanan dan luka tusuk di punggung sebanyak 2 kali.

Pasca penemuan jasad korban, polisi bergerak cepat mengumpulkan bukti-bukti serta saksi-saksi. Hasilnya, identitas pelaku (Riki) berhasil diungkap.

Selasa (23/3/21) malam, Riki pun berhasil ditemukan di tempat pemakaman umum tak jauh dari rumahnya. Polisi terpaksa menghadiahinya 2 butir peluru karena mencoba melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Berikutnya dia diboyong ke komando guna menjalani pemeriksaan. Kedua kakinya terlihat dibalut perban putih saat duduk menjalani pemeriksaan di Lantai II Gedung Sat Reskrim Polres Binjai. Selama diperiksa polisi, ekspresi wajah terduga pelaku datar-datar saja. Dia terlihat santai.

BACA JUGA..  Penjagal Kucing di Mandala Ditahan

Informasi lainnya terkait motif upaya perampokan berujung kematian itu dilatar belakangi terlilit utang. Dimana, Riki berupaya merampok untuk menebus keretanya yang tergadai.

Disela-sela pemeriksaan, kepada wartawan, Riki mengaku hanya berdiam diri di rumah usai kejadian. Dia sama sekali tidak berusaha menghilangkan jejak.

“Aku gak tahu dia (korban) mati. Dari kejadian malam itu aku di rumah saja,” katanya santai sambil menundukan wajah.(bbs/ras)

EPAPER