Dituding Plagiat, Mahasiswa Demo Rektor UINSU 

oleh -122 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung di dalam Komite Mahasiswa Anti Plagiasi UINSU (Komanpu) melakukan aksi demo di depan Hotel JW Marriot, Medan, Senin (29/3). Mahasiswa menuding Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Syahrin Harahap melakukan plagiat.

Saat bersamaan, di Hotel JW Marriot tengah berlangsung rapat koordinasi Badan Layanan Umum (BLU) yang dihadiri 23 Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia. Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas juga dijadwalkan hadir.

Pantauan di lokasi, mahasiswa menyampaikan yel-yel anti plagiasi. Mahasiswa juga menulis sejumlah desakan yang ditulis di karton dan spanduk agar Menag RI segera mengusut tuntas dugaan plagiat oknum Rektor UINSU. Mahasiswa mendesak Menag RI segera membentuk tim independen dalam melakukan investigasi dugaan plagiat yang dilakukan oknum Rektor UINSU Medan.

BACA JUGA..  Sosper Haris Kelana Damanik : Sampah Bisa Bernilai Ekonomis

“Apabila ditemuka fakta plagiasi kami mendesak Menag segera mencopot jabatan struktural oknum Rektor UINSU. Karena ini nyata-nyata mencederai moral akamik di kampus,” ujar koordinator aksi Irham Sadani.

Komanpu berharap Menag RI serius dalam menangani kasus ini dan tidak mencoba melindungi oknum yang diduga melakukan plagiarisme, sehingga etika, budaya dan moral akademik tetap terjaga di kampus kebanggaan umat Islam Sumatera Utara itu.

Persoalan dugaan plagiat karya tulis yang menyeret nama Rektor Prof Syahrin Harahap mencuat ketika adanya sebuah surat bermaterai 6000 yang ditandatangani Darma S berjudul “UIN ku Sayang, UIN ku Malang”.

BACA JUGA..  Kinerja Kadis Pariwisata Medan Buruk, Minim Inovasi dan Kolaborasi

Dalam surat itu disebutkan, rektor baru ini ditengarai memplagiat karya koleganya secara terang-terangan jika dicari di google berikut yang didapat karya tulisan berjudul “The Image of Indonesia in the world: An Interreligious Perspective yang terbit di The IUP Journal of International Relations, atau Jurnal Hubungan Internasional, Jerman, Vol. X, No.2, April 2016, PP-30-44 dengan nama penulis Syahrin Harahap.

Ternyata, karya tersebut, sudah pernah terbit pada jurnal lain, atau tulisan itu dikatakan sangat mirip dengan makalah yang sudah diterbitkan hampir 2 tahun sebelumnya di Proceeding Annual International Conference of Islamic Studies (AICIS) XIV, yakni tulisan ke 303, dengan judul: The Image of Indonesia in the World: An Interreligious Perspective, pada November 2014, dengan penulis Surya Darma dan Syahrin Harahap.

BACA JUGA..  Ketua Fraksi Partai Gerindra Medan Minta Orangtua Pahami KIBBLA

Kedua tulisan dengan judul yang sama itu sangat mirip, sehingga bisa dikatakan satu tulisan diterbitkan di dua jurnal atau jurnal yang berbeda. Namun pada penerbitan kedua, hanya mencantumkan Prof Syahrin Harahap sebagai penulis tunggal dan tidak ada nama penulis Surya Darma.

Sampai saat ini, Rektor Prof Syahrin Harahap belum berhasil dikonfirmasi terkait tudingan mahasiswanya tersebut. (*/ali)

EPAPER