USU Gelar Vaksinasi Massal

oleh -101 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan vaksin massal di Gedung Pancasila kampus itu, Senin (29/3).

Vaksinasi massal covid-19 bagi 3000 dosen dan tenaga pendidik (tendik) ini dibuka Walikota Medan Bobby Nasution dihadiri Rektor USU DR Muryanto Amin, Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Edwin Efendi MSc serta para unsur pimpinan USU dan Direktur RS USU.

“Sampai saat ini yang mendaftar tercatat sebanyak 2.065 orang. Namun diperkiran yang akan menerima vaksi hingga sore bisa mencapai lebih kurang 3.000 orang,” ungkap Rektor USU DR Muryanto Amin dalam sambutannya.

Disebutkannya, vaksinasi tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Vaksinasi massal ini melibatkan 40 tenaga vaksinator yang berasal dari RS USU dan FK USU.

Menurut Rektor, vaksinasi ini memberikan banyak manfaat untuk meningkatkan imun tubuh agar tidak gampang sakit. Selain itu juga bertujuan tidak gampang terpapar virus corona yang menyebabkan sampai dengan kematian.

BACA JUGA..  Gawat! Sewa Ruko Rp 60 Juta, Masuk Kas Daerah Cuma Rp 1 Juta

Disebutkannya, pada awal- awal merebaknya Covid-19 ini banyak persoalan yang dihadapi negara di dunia termasuk Amerika Serikat sebagai negara maju yang juga mengalami kegagalan, kegalauan yang cukup luar biasa.

“Kita saja misalnya hari ini juga menghadapi persoalan ekonomi yang terjun bebas dari tahun-tahun sebelumnya.Kondisi itu membuat kita harus banyak berinvestasi membeli obat ketimbang investasi di bidang yang lainnya,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Rektor memberi sinyal bahwa pada tahun ajaran baru ini USU akan melakukan pembelajaran tatap muka.

“Pembelajaran secara daring memberi dampak hambatan perkembangan psikomotorik pada mahasiswa,” sebutnya.

Selain itu juga kata rektor, selama Covid 19, pemasukan menjadi berkurang, misalnya pemakaian gedung dan kantin-kantin yang disewakan.

“Karena itu kita harus mengambil jalan tengah. Tetapi dipastikan pada saat mengikuti proses tatap muka, salah satunya dosen dan tenaga kependidikannya sudah divaksin,” ucapnya.

BACA JUGA..  Pemprov Sumut Terus Lakukan Peningkatan Jalan Provinsi

Langkah selanjutnya memastikan semua ruangan itu tersedia 3 M, tersedia juga alat tempat mencuci tangan dan masker.

“Jadi ketika dosen ataupun mahasiswa yang lupa memakai masker, kita sudah sediakan. Namun itu juga membutuhkan biaya,” ujarnya.

Rektor berharap dengan dilakukannya suntikan vaksin Covid-19 ini dosen maupun tendik dapat lebih memenuhi standar kinerja yang sudah ditetapkan, sehingga USU pelan-pelan menuju kampus world class university.

Menurut Muryanto, upaya pencapaian menuju word class university terus dilakukan dengan berbagai penataan infrastruktur sesuai dengan standar Internasional dan perolehan prestasi nasional dan internasional.

Dengan vaksinasi massal ini rektor mengucapkan terima kasih khususnya kepada Pemerintah Kota Medan yang memberikan fasilitas untuk USU. Dia juga berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Sementara itu, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat membuka secara resmi kegiatan itu menerangkan, vaksinasi ini adalah bukti syukur kepada Allah SWT yang diberikan. Ia pun berharap semoga ikhtiar ini membuahkan hasil agar warga Kota Medan diberikan kesehatan.

BACA JUGA..  Bobby Nasution Tinjau Pelelangan Ikan Gabion

“Hari ini Kota Medan menerima vaksin itu kurang lebih ada 345.260 dosis. Target dari Pemerintah Kota Medan untuk melaksanakan vaksin sekitar 75 persen dan ini target yang kami sepakati,” kata Bobby.

Diungkapkannya, vaksinasi massal di USU ini menjadi salah satu vaksinasi terbesar yang pernah mereka kolaborasikan dengan instansi terkait.

Menurut Bobby, meskipun data yang mendaftar masih 2.000- an lebih, namun pihaknya meminta agar dipersiapkan untuk 3.000 dosen dan tendik USU seperti yang diperkirakan pihak rektorat.

Dia berharap vaksinasi juga bisa diterapkan bagi tenaga kependidikan untuk SD dan SMP, sehingga bisa nantinya dilakukan pembelajaran secara tatap muka.

Ia juga berkeinginan minimal 40 persen tenaga pendidik bisa divaksin. Selanjutnya baru nanti sekolah tatap muka bisa dilakukan di Kota Medan. (ali)

EPAPER