MANDIRI SYARIAH

2 Wanita Muda Dibunuh, Jasad Dibuang Terpisah

oleh -538 views
DITEMUKAN : Korban Aprilia saat ditemukan di lokasi.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Dua wanita muda dibunuh lalu jasadnya dibuang di lokasi berbeda. Satu ditemukan di Jalinsum Kecamatan Perbaungan, Sergai. Satu lagi di Jalan Budi Kemasyarakatan, Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat.

Identitas korban tidak diketahui saat pertama kali ditemukan. Namun beberapa jam kemudian, terkuak jika mereka yakni Riska Fitria (21) dan Aprilia Cinta (20).

Riska dipastikan bekerja sebagai honorer di Polres Pelabuhan Belawan. Wanita berhijab ini ditemukan di Sergai, Senin (22/2/2021) dinihari. Sedangkan Aprilia pada pagi harinya di Brayan.

Menurut keterangan Anissa Aswani (22), teman Riska, korban sempat datang ke tempatnya bekerja di Indomaret Simpang Bagan, Sabtu (20/2/2021) siang.

Sebelum pergi, Riska bahkan sempat mengajak Anissa makan jengkol ke rumahnya. Namun karena masih bekerja, Anissa menjawab tidak bisa. Tanpa menanyakan alasan Anissa, korban bergegas pergi.

“Riska ngajak makan jengkol itu sekitar jam satu siang. Dibilangnya ayok makan ke rumah. Terus aku bilang enggak bisa, lalu dia buru-buru pergi mau ke Simpang Bagan,” kenang Anissa saat datang ke rumah duka tempat Riska disemayamkan di Lorong V, Kelurahan Bagan Deli, Medan Labuhan.

BACA JUGA..  Polda Sumut Berhasil Atasi Potensi Konflik KLB Partai Demokrat

“Terus saya bilang ngapain buru-buru,” sambungnya.

Ditambahkan Anissa, korban datang ke Indomaret bersama seorang temannya diduga kuat adalah Aprilia Cinta.

“Dia datang berdua sama kawannya, tapi saya enggak kenal. Waktu itu kawannya pakai baju loreng,” tuturnya.

Lebih lanjut Anissa mengungkap, dirinya sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian berikut rekaman CCTV di tokonya, yang memperlihatkan Rizka dan Aprilia masuk dan keluar Indomaret.

Anissa mengaku dirinya mengetahui kematian Riska dari media sosial Facebook.

“Saya ada yang ngasih tahu di facebook, kemudian saya lacak,” bebernya.

OLAH TKP : Petugas sedang melakukan olah TKP di lokasi temuan jenazah Riska.(IST/POSMETRO MEDAN)

Anissa mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang dialami Riska. Sebab dia dan Riska adalah sahabat dekat. Saking dekatnya, mereka biasa pergi bersama kemana pun jika Anissa tidak kerja (libur).

“Sakitlah, kemana mana pergi bersama terus. Harapannya pelakunya cepat tertangkap dan dihukum mati,” pungkasnya.

Sementara itu, pasca ditemukan dan dilakukan visum di RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah, jasad Riska diantar ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulans.

Kedatangan ambulans sekira pukul pukul 16.30 WIB disambut tangis histeris keluarga dan tetangga serta teman. Oleh abang korban, jenazah dibawa ke rumah dengan menggunakan tandu.

BACA JUGA..  Tim Satgas Covid-19 Sumut Temukan Banyak Pelaku Usaha dan Masyarakat Langgar PPKM

“Tidak ada lagi harapanku, cuma adekku itu harapanku,” teriak sang abang sambil menenteng jenazah melalui gang menuju rumah.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, AKP Pandu Winata saat di RSUD Sultan Sulaiman mengatakan jika dugaan sementara Riska meninggal dunia karena gagal nafas.

“Kita sudah tanya sama keluarga korban dan disebut kalau korban keluar rumah bersama temannya yang juga meninggal dan ditemukan di Medan,” kata AKP Pandu Winata.

Seorang pemuda bernama Lian Syahputra (26) telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Lian diketahui sebagai kekasih Riska. Keduanya menjalin kasih sejak setahun terakhir.

“Sudah seminggu saya enggak jumpa sama dia tapi tetap teleponan. Hari Jumat lah terakhir teleponan sama dia. Saya baru tahu tadi pagi kejadian ini dari kawan. Dari kemarin memang sudah enggak bisa saya hubungi memang dia,” kata Lian kepada wartawan saat di rumah sakit.

Terkait penemuan jenazah Aprillia, orang pertama yang mengetahuinya adalah petugas kebersihan (P3SU) saat hendak mengutip sampah dengan menggunakan mobil bak sampah.

BACA JUGA..  Mobil Mewah Layak Pakai Mangkrak di Gudang Pemko Medan

“Saksi melihat sesosok perempuan tergeletak di pinggir jalan. Takut tergilas, sopir mobil bak sampah membunyikan klakson. Tapi meski berulang kali diklakson, korban tetap tak bergerak,” kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdal.

Curiga, petugas P3SU kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada Kepala Lingkungan 24 Pulo Brayan yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Medan Barat.

“Petugas kami yang mendapatkan laporan, petugas kemudian mendatangi ke lokasi dan melakukan pengecekan. Saat kami cek, perempuan tersebut ternyata sudah meninggal dunia. Saat diperiksa, korban tidak membawa identitas,” ungkapnya.

Untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Warga sekitar mengaku tidak mengenali korban. Begitu juga Kepala lingkungan setempat.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan luka lebam di kedua pergelangan tangan korban. Namun demikian, petugas masih memastikan penyebab kematian korban.

“Jenazah korban sudah kami bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk di autopsi guna memastikan penyebab kematian korban,” sebut Kapolsek.(bbs/ras)