MANDIRI SYARIAH

Wali Kota Tegaskan Tunda PTM di Tebingtinggi

oleh -123 views

POSMETROMEDAN.com – Wali Kota H Umar Zunaidi Hasibuan tegaskan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Tebingtinggi ditunda.

Rencananya PTM akan dimulai hari ini Senin 4 Januari 2021, namun terpaksa ditunda karena hal yang mengkhawatirkan.

Demikian ditegaskan Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan di Balai Kota setempat, Senin (4/1/2021) pagi.

Menurut Wali Kota ada 2 hal sehingga PTM mengalami penundaan.

“Alasan pertama sesudah kita evaluasi pasca kegiatan Natal dan Tahun Baru ternyata terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Kota Tebingtinggi,” ungkap wali kota.

Berdasarkan data yang ada, semula pada tanggal 22 Desember 2020 lalu, jumlah kasus terkonfirmasi positif ada 7 orang.

Saat ini sudah mencapai 20 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Jadi lonjakannya cukup tinggi sehingga mengkhawatirkan.

BACA JUGA..  Dishub Tebingtinggi Semprot Disinfektan Angkutan Umum

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin agar kiranya COVID ini bisa ditekan. Tetapi ternyata COVID ini berkembang dari orang-orang yang melakukan perjalanan, baik warga Tebingtinggi maupun warga luar kota ini,” tegas wali kota.

“Kami sampaikan kepada kita semua bahwa peningkatan terjadi pada penularan kepada keluarga-keluarga yang ada di Tebingtinggi, sehingga saat ini menimbulkan klaster keluarga. Oleh karena itu kita mengkhawatirkan hal tersebut,” jelas Umar Zunaidi.

Hal yang kedua, pembatalan PTM ini juga ditunda karena dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri memberikan warning agar jangan membuka dulu.

“Karena di Sumatera Utara COVID ini masih cukup tinggi. Dan Pemvropsu akan melakukan evaluasi ke daerah-daerah tentang kesiapan daerah,” tutur wali kota.

“Kita sudah melakukan evaluasi dan telah selesai kita evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang ada, dan nanti akan kita laporkan ke Tim Supervisi Sumut,” lanjutnya.

BACA JUGA..  STAI-JM Tanjung Pura Gelar Milad ke-108 Tahun

Oleh karena itu, kata wali kota, karena kedua hal tersebut maka PTM di Tebingtinggi terpaksa ditunda yang seyogianya dilakukan hari ini.

“Namun kami sampaikan juga kalau PTM itu bukanlah sifatnya normal seperti biasa, tetapi tatap muka yang dilakukan secara darurat, hanya 3 jam saja bersekolah,” sebut wali kota.

Terkait hasil evaluasi yang sudah dilakukan Tim Verifikasi terhadap sekolah di Tebingtinggi, kata wali kota, masih ada 10 sekolah lagi yang harus melakukan perbaikan sebelum diberikan ijin.

“Ada juga warning yang kita berikan karena ada beberapa sekolah yang gurunya terkena COVID-19. Jadi oleh karena itu, kami tidak akan pernah mengijinkan sekolah-sekolah yang gurunya terkena COVID karena itu bisa menularkan kepada anak didiknya,” tegas wali kota.

BACA JUGA..  Masyarakat Dukung Penuh Pembukaan UINSU Tebingtinggi

Walikota Tebingtinggi juga akan melakukan peneguran bagi sekolah swasta yang melakukan ‘curi-curi waktu’ untuk membuka sekolah tatap muka.

“Ini adalah keputusan kita bersama. Kita harus melakukan kerja keras untuk menekan angka penularan COVID ini,” terang wali kota.

“Kita saat ini berada di zona orange, maka kita harus kembali ke zona kuning atau ke zona hijau. Ini harus kita lakukan dengan kerja keras,” tukas wali kota.

Wali kota berusaha agar pasien kasus positif saat ini bisa sembuh dalam 2 minggu.

“Sehingga kita bisa menekan laju perkembangan COVID-19 di Tebingtinggi ini,” pungkasnya.(bbs)