MANDIRI SYARIAH

Polisi Hentikan Kegiatan Operasional PT SMGP

oleh -2.337 views
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Kegiatan operasional PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Madina dihentikan polisi sementara. Hal itu dilakukan untuk proses penyelidikan penyebab kebocoran pipa gas beracun yang menyebabkan 5 orang tewas dan puluhan lainnya pingsan, Senin (25/1/2021).

“Untuk sementara seluruh kegiatan di PT SMGP dihentikan,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (26/1/2021) di Mapolda Sumut.

Saat ini, tim dari Polres Madina dibantu penyidik Polda Sumut sudah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, lokasi kebocoran gas sudah dipasangi police line.

“Langkah ini untuk sterilisasi lokasi guna proses penyelidikan,” ujarnya.

BACA JUGA..  Istri Mantan Sekda Siantar Tewas Misterius, Ditemukan Luka di Tangan

Sebelumnya, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution marah besar. Ia berencana melaporkan perusahaan panas bumi PT SGMP ke polisi setelah lima warganya tewas keracunan gas akibat pipa perusahaan itu bocor, Senin (25/1/2021).

Bupati menilai perusahaan memang selama ini tak kooperatif dengan pemerintah daerah terkait urusan Amdal dan keselamatan warga sekitar.

“Saat sidak terkait urusan Amdal dan keselamatan warga sekitar, pemerintah daerah kerap tak mendapat izin masuk apalagi melakukan pemeriksaan ke dalam lingkungan perusahaan panas bumi,” kata Dahlan Hasan Nasution usai menjenguk para korban di RSUD Panyabungan.

BACA JUGA..  Oknum Polisi Pembunuh 2 Wanita Muda, AKBP Nainggolan : Kita Profesional dan Pelaku Diancam 15 Tahun Penjara

Diketahui, proyek pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal (Madina) memakan korban.

Puluhan orang pingsan akibat menghirup gas beracun, 6 orang diantaranya meninggal dunia.

Penyebaran gas beracun ini terjadi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Madina, Senin (25/1/2021) siang.

Akibatnya, sedikitnya 24 warga pingsan karena mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas berancun.

Sementara lima warga lainnya bernama Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Dahni, Syahrani (14), meninggal dunia serta seorang personil polisi Aipda Lestari Sinaga dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA..  Dukung Perbup Protokol Kesehatan, Koramil Lubuk Pakam Giat Operasi Yustisi

Terpisah, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengungkap jika korban meninggal dunia bertambah menjadi 6 orang.

“Ini merupakan informasi sementara. Korban lainnya masih dirawat di rumah sakit,” ujar Dahlan Hasan Nasution, Senin (25/1/2021) malam.

Di antara enam korban meninggal tersebut, satu di antaranya seorang bayi.

“Ada seorang bayi yang menjadi korban meninggal dunia. Bayi tersebut dibawa orang tuanya saat berladang di sawah,” ucap dia sembari menambahkan, korban pingsan sudah ada yang siuman namun belum sadar total.(gib/bbs)