MANDIRI SYARIAH

4 Perempuan Medan Maimun Buka Lahan Nyopet di Taput

oleh -122 views
PAPARKAN: AKBP Muhammad Saleh SIK,MM, memaparkan kasus komplotan copet perempuan di Taput.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Seolah tak mampu bersaing dalam dunia pencopetan di Medan, empat perempuan asal Medan Maimun memilih membuka lahan baru untuk mencopet. Keempatnya masing-masing, Nur Aisya Munthe (36), Hannijar Hasibuan (51), Indahyani (45), dan Santi alias Susan (36). Seluruhnya warga Kelurahan Kampung Baru, Medan Maimun.

Pilihan mereka pun jatuh di Tapanuli Utara, tepatnya di Tarutung. Belum diketahui pasti sejak kapan mereka ‘menggarap’ disana. Namun keberadaan keempatnya terbongkar setelah seorang diantaranya tertangkap.

Kapolres Taput, AKBP Muhammad Saleh SIK,MM didampingi Kompol Mukmin Rambe SH (WakaPolres), Kompol Hitler Sihombing (Kabag Ops), dan AKP Razoki Harahap (Kasat Narkoba) dalam konfrensi pers kemarin, Kamis (14/01/2021) menyebut komplotan ini beraksi pada saat ada pasar rakyat (onan/pekan).

BACA JUGA..  7 Pria Gilir ABG hingga Hamil, 2 Tertangkap, 5 Kabur

Dijelaskan, keberadaan komplotan ini diawali dari tertangkapnya Nur Aisya. Wanita ini beraksi di Pasar Tarutung pada Sabtu (09/01/2021) lalu sekira pukul 05.30 WIB.

Saat dilakukan interogasi, Nur Aisya mengaku jika dirinya bukan pemain tunggal melainkan bagian dari komplotan. Atas pengakuan tersebut, polisi memintanya menunjukkan keberadaan rekan-rekannya.

Diduga tak rela menjalani hukuman seorang diri, Nur Aisya akhirnya mengungkap jika tiga rekannya berada di hotel Diaji Tarutung. Tanpa buang waktu, pengejaran pun dilakukan.

BACA JUGA..  Tubuh Penuh Luka Tusukan, Mr X Tewas Telungkup di Parit

Hasilnya, Hannijar Hasibuan, Indahyani, dan Santi alias Susan berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Ketika dilakukan penggeledahn untuk mencari barang bukti hasil kejahatan, petugas justru menemukan bungkusan narkoba jenis sabu-sabu.

Barang bukti yang diamankan berupa sebuah plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu, 3 tiga buah pipa kaca berisi narkotika jenis sabu bekas pakai, 8 buah pipet plastik, 3 buah jarum suntik dalam tabung suntik, sebuah botol kemasan merk Clean-Q, 3 lembar tissue, selembar kertas timah rokok, sebuah senter warna merah hitam, sebuah plastik klip bening kosong, dan selembar kertas tiket travel.

BACA JUGA..  Uji Kelayakan dan Kepatutan, Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep Presisi

Selanjutnya petugas memboyong mereka ke Polres Taput. Saat dilakukan pemeriksaan mereka mengakui kalau mereka merupakan komplotan spesialis copet dari Medan. Untuk wilayah Tarutung, mereka mengakui jika ini merupakan periode kedua mereka berkunjung.

“Ini masih kasus narkoba yang kita dahulukan dulu. Sedangkan kasus pencopetan nanti akan kita proses kembali setelah kasus narkoba ini selesai. Dalam kasus narkoba kita persangkakan dalam pasal 112 ayat 1 sub 127 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang penyalah gunaan narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” urai Kapolres.(bbs/ras)