Kuat Dugaan Motif Asmara, Pedagang Ikan Disiram Air Keras

oleh
DIRAWAT: Fery Ardiansyah dirawat setelah dua OTK menyiramnya menggunakan air keras.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Seorang pedagang ikan yang biasa berjualan di Pajak Ikan Cemara Medan, disiram air keras oleh orang tak dikenal. Pihak keluarga menduga kasus ini bermotif asmara.

Hal ini disampaikan ayah korban, Erwin Syamsah (61) warga asal Aceh Timur. Disebutkan, anaknya (korban) bernama Fery Ardiansyah (25).

Aksi penyiraman air keras tersebut terjadi di Jalan Budi Utomo, Medan Tembung, Minggu (6/12/2020) lalu. Fery mengalami luka bakar cukup parah di bagian kepala dan kini menjalani perawatan di RS Imelda Medan.

BACA JUGA..  Motor Murah Hasil Curian, Sindikat Curanmor Disikat

Dijelaskan, sekitar pukul 23.00 WB, Fery ditemui kekasihnya, Caca di kosan Jalan Budi Utomo Medan Tembung. Caca datang bersama pemuda lain untuk meminta kunci kosnya.

Kosan Caca tak jauh dari kosan Fery. Setelah menerima kunci, Caca pergi dengan dibonceng oleh pemuda yang datang bersamanya.

Curiga kekasihnya selingkuh, Fery lantas mengikuti dengan mengendarai Honda Scoopy. Setibanya di kosan Caca, keduanya sempat mengobrol.

Sedangkan cowok yang membonceng Caca langsung pergi. Tak lama, Fery coba mengejar si cowok tersebut.

BACA JUGA..  Mahasiswa di Dairi Jadi Spesialis Curanmor

“Pas anak saya bergerak naik sepedamotor, sekitar 30 meter dari depan gang kos pacarnya, dua orang pria berboncengan menyiram anak saya dengan air keras,” kata Erwin.

Seketika itu juga Fery jatuh dari motornya dan menjerit kesakitan. Paman korban yang melihat kejadian ini lalu melarikan Fery naik kereta ke RS Imelda di Jalan Bilal Medan.

Erwin menduga penyiraman air keras itu ada hubungannya dengan pemuda yang membonceng Caca.

“Kalau prasangka ya mungkin karena cinta segitiga. Anak saya dan Caca baru dua minggu pacaran,” beber Erwin.

BACA JUGA..  Heboh! Makam Baru Dibongkar di Simalungun, Jenazah Dipindahkan

Ia mengatakan atas kejadian ini, korban mengalami luka parah dan masih sekarat.

“Lukanya parah sekali hingga harus dilakukan operasi,” ungkap Erwin.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak Polsek Percut Sei Tuan. Pihak keluarga berharap pelakunya segera ditangkap.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu JH Panjaitan menjelaskan pihaknya telah menerima laporan korban dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.(sor/ras)