Nduru Dihabisi Teman Kerja, Dada dan Leher Ditikam

oleh -137 views
DISEMAYAMKAN : Jenazah Julpan Nduru disemayamkan di rumah duka. (IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Diduga dilatar belakangi dendam, Yasokhi Giawa (36) dengan tenang menikami Julpan Nduru (35) yang merupakan teman kerja sekaligus kerabatnya sendiri.

Penikaman terjadi di Jalan Kawat 3, Gang Turi, Lingkungan 18, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Minggu (8/11/2020) malam. Julpan akhirnya tewas dengan tiga luka tikam di dada dan leher.

Informasi diperoleh, Julpan merupakan warga Dusun XVII, Jalan Pusaka, Gang Kenari, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan. Awalnya, pria ini duduk di depan warung milik Suma.

Sesaat sebelum penikaman, korban sesak kencing. Namun karena di kamar mandi warung tersebut masih ada orang, Julpan menumpang kencing ke rumah Ferdi Jhon Laila, sekitar 20 meter dari warung.

BACA JUGA..  Terima DIPA dan TKDD Tahun 2021, Edy Rahmayadi Sebut Lelang Dimulai Desember 2020

Tak lama, korban kembali ke warung dan memberitahu Ferdi jika dirinya ditikam. Sejurus kemudian, Julpan lari ke jalan umum (diduga berupaya mengejar pelaku). Namun tak berapa lama dia jatuh hingga akhirnya meninggal dunia.

Melihat kejadian itu warga langsung menghubungi polisi. Pihak kepolisian Polsek Medan labuhan yang mendapatkan informasi tentang adanya seorang tewas karena dibunuh, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya, personil Polsek Medan labuhan menghubungi pihak Polres Pelabuhan Belawan untuk melakukan Identifikasi terhadap mayat korban.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari melalui Kanit Reskrim Iptu Andi Rahmadsyah membenarkan kejadian tersebut. Disebutkan, pihaknya masih mengejar pelaku.

BACA JUGA..  Pemko Siap Dukung Pelaksanaan Pilkada Serentak dengan Prokes

Sementara itu, aksi penikaman sempat dilihat oleh Ferdi, pemilik rumah tempat korban menumpang kencing. Hanya saja, Ferdi tak menyangka kalau apa yang dilihatnya merupakan detik-detik penikaman. Pasalnya, dia melihat korban dan pelaku seperti berpelukan.

“Aku lihat Julpan dan pelaku di depan rumahku seperti berpelukan. Setelah itu, korban berlari kembali ke warung Suma,” kata Ferdi.

Setiba di depan warung Suma, Julpan memberitahu Ferdi perihal apa yang dialaminya.

“Fer sudah basah,” kata Julpan kepada Ferdi.

“Apa yang basah?” tanya Ferdi penasaran.

BACA JUGA..  Ribut Soal Tanah, Sembiring Tewas Ditembak Surbakti

“Ini berdarah,” imbuh Julpan sambil membuka bajunya.

Usai menunjukkan lukanya, lanjut Ferdi, korban berlari ke jalan umum. Khawatir, Ferdi coba mengejar dan melihat korban jatuh sambil berkata “aku mau mati, aku mau mati”. Sesaat kemudian Julpan pun tak bergerak lagi.

Oleh polisi yang datang ke lokasi kejadian, jasad Julpan lantas dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan otopsi. Setelah itu, jenazah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

Suasana duka menyelimuti rumah kakak laki-laki Julpan, tak jauh dari lokasi kejadian, Senin (9/11/2020).

“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan harus dihukum seadil-adilnya,” kata kakak korban, Mariris (37).(bbs/ras)