POSMETRO MEDAN – Seorang warga Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Aceh, Roni (26) diterkam harimau saat berkebun. Akibatnya, korban mengalami luka di wajah serta bahu kiri.
“Korban mengalami luka robek pada bagian kepala, bibir atas dan bibir bawah, serta luka pada bahu sebelah kiri akibat serangan satwa liar tersebut,” kata Kapolsek Putri Betung Ipda Novrizal dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Kejadian itu diketahui setelah seorang warga, Samin (39), mendengar teriakan minta tolong dari arah kebun korban, Selasa (19/5/2026) siang. Samin mencari sumber suara sehingga bertemu dengan korban yang sudah berlumuran darah.
Roni disebut menjelaskan dirinya diterkam harimau, sehingga dievakuasi ke perkampungan dengan motor. Tak lama berselang, Roni dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. “Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Salahuddin Aceh Tenggara,” jelasnya.
Novrizal menjelaskan, keberadaan harimau di Kecamatan Putri Betung sudah sangat meresahkan warga. Beberapa bulan sebelumnya, satwa dilindungi itu disebut memangsa anjing, biri-biri serta kambing milik warga Desa Meloak Aih Ilang.
“Atas kejadian ini, kami langsung mengambil langkah cepat dengan mengimbau masyarakat melalui para penghulu dan perangkat desa di forum WhatsApp Grup Forkopimcam Putri Betung agar warga yang masih beraktivitas di kebun segera kembali ke lokasi aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan, lokasi kebun tempat terjadinya insiden tersebut berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Hal itu dibenarkan pihak TNGL.
Menindaklanjuti kejadian itu, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama petugas TNGL dan instansi terkait akan melakukan sejumlah upaya penanganan, salah satunya memasang kamera jebak atau camera trap di sekitar lokasi kejadian.
Selain melakukan penanganan di lapangan, pihak TNGL dan BKSDA juga telah mengunjungi korban di RSUD Sahudin Kutacane. Dalam kunjungan tersebut, petugas turut menyalurkan santunan kepada korban, serta meminta keterangan dari keluarga dan saksi mata terkait peristiwa itu.
Kepala Resor (Kares) Kantor BKSDA Kutacane-Gayo Lues, Suherman mengatakan lokasi kejadian memang berada di kawasan TNGL. Hingga kini, kawasan permukiman warga di daerah tersebut masih dalam proses pengajuan inklaf.
“Dari keterangan pihak keluarga atau saksi dilokasi kejadian sebelumnya saat di rumah sakit RSUD Sahudin Kutacane, korban diterkam Harimau Sumatera dewasa.
Bahkan pihak keluarga mengatakan, jarak kebun korban dengan permukiman warga sekitar setengah jam 0,5 jam perjalanan,” ujar Suherman.
Suherman menambahkan, salah satu langkah yang akan dilakukan tim adalah memasang camera trap atau kamera pengintai di sekitar lokasi kejadian.
“Tindakan yang akan dilakukan, salah satunya kini tim akan memasang camera trap (kamera pengintai), hal itu untuk memastikan dan mendeteksi apakah murni satwa liar yang dilindungi atau ada unsur lainnya,” sebutnya.
Terpisah, Kepala TNGL Wilayah III Blangkejeren, Ali Sadikin mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi setelah menerima laporan adanya warga yang diterkam Harimau Sumatera saat berada di kebun.(bbs)












